Scroll untuk baca artikel
Berita

Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Xabre, Naked Sport dengan Desain Eksentrik

×

Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Xabre, Naked Sport dengan Desain Eksentrik

Share this article
kelebihan-dan-kekurangan-yamaha-xabre,-naked-sport-dengan-desain-eksentrik
Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Xabre, Naked Sport dengan Desain Eksentrik

Yamaha menjadi pabrikan dengan lini motor sport yang begitu variatif. Untuk kelas naked sport, pabrikan berlogo garputala ini pada 2016 meluncurkan Yamaha Xabre di Nusa Dua, Bali. Peluncuran ini dilakukan langsung oleh mantan pebalap legendaris Yamaha, Valentino Rossi.

Yamaha memposisikan Xabre sebagai versi naked dari Yamaha R15, dan secara segmentasi ada di atas Vixion. Artinya, mesin yang digunakan pada Xabre ini sama seperti di R15. Tidak seperti R25 yang punya versi naked berjuluk MT25, maka untuk R15 naked namanya diubah jadi Xabre.

Xabre diciptakan dengan teknologi yang dipakai dalam balapan MotoGP, seperti penggunaan DiASil Cylinder & Forged Piston yang serupa dengan YZR-M1, motor balap andalan Yamaha di MotoGP. Yamaha sebetulnya sudah meluncurkan motor sejenis satu tahun sebelumnya di Thailand, tetapi dengan nama yang berbeda, yaitu M-Slaz. 

Penampilan naked sport ini cukup eksentrik dengan bodi yang kekar, dan buritan minimalis. Yamaha Xabre menawarkan pengalaman berkendara yang unik dan mirip seperti motor dual purpose.

Kali ini kami akan mengajak kalian bernostalgia dengan Yamaha Xabre, motor eksentrik yang sulit bersinar dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Yamaha Xabre, Naked Sport dengan Konsep Desain yang Eksentrik

Yamaha Xabre memiliki dimensi panjang 1.959 mm, lebar 795 mm, dan tinggi 1.065 mm. Tinggi tempat duduk 805 mm serta memiliki bobot 135 kilogram. Dari sisi desain, bentuk headlamp Xabre memiliki desain yang bengis seperti robot. 

Konsep desain Yamaha Xabre ini masuk ke dalam anti mainstream sehingga penampilanmu dalam berkendara menjadi lebih sangar. Untuk memberi kesan kekar, tangki bahan bakar Xabre dibentuk pendek tapi tinggi (45 milimeter lebih tinggi dari R15) serta dikombinasi Air Scoop yang membujur pendek dan bagian ekor yang pendek juga. 

Kesan kuat ditampilkan dengan penggunaan USD (UpSide Down) untuk suspensi depan yang berdiameter inner tube 37 mm. Kemudian, kaki-kakinya menggunakan ban bertapak lebar (depan 110/70 belakang 130/70).

Yamaha Xabre dilengkapi full digital speedometer yang multifungsi, lebih informatif dan mudah terlihat. Sistem pencahayaan pada bagian depan dan belakang menggunakan teknologi LED yang memancarkan cahaya lebih terang. 

Posisi lampu belakang tepat sejajar dengan shaft roda belakang guna mengesankan bagian ekor yang pendek. Hasilnya mengimpresikan kesan padat dan terfokus kuat di bagian tengah.

Spesifikasi dengan Tenaga yang Oke

Yamaha Xabre dibekali dengan mesin berkapasitas 150 cc SOHC berpendingin cairan. Mesin satu silinder tersebut sanggup memproduksi  tenaga maksimal sebesar 16,09 hp pada 8.500 rpm dan torsi puncak sebesar 14,3 Nm pada 7.500 rpm yang disalurkan melalui transmisi 6-percepatan.

Torsinya terpaut sedikit dari kakaknya, Yamaha R15, yang mencapai torsi maksimum 14,7 Nm di 8.500 rpm. Material forged piston dan silinder diasil seperti pada mesin motor balap. Ini membuat mesin Xabre dapat 3x lebih kuat, ringan, dan awet hingga 5 tahun atau 50.000 km.

konsumsi BBM-nya juga terbilang irit meski termasuk ke dalam varian motor sport. Untuk penggunaan dalam kota, 1 liter BBM Ron 92 mampu mencapai jarak 37,5 km dan untuk penggunaan luar kota mencapai 44,5 km.

Posisi Berkendara yang Ergonomis Untuk Sendirian

Yamaha Xabre memiliki jarak antara head lamp dengan setang hanya 250 mm, atau lebih pendek setengahnya dari R15.  Posisi duduk Xabre yang tegak dengan setang lebar diklaim sangat nyaman untuk berkendara di jalan perkotaan yang padat tapi enak diajak bermanuver lincah.

Kenyamanan mengendarai Xabre unggul dari sisi handling, akselerasi, suspensi yang empuk, hingga posisi jok dan stang yang ergonomis. Penggunaan shockbreaker upside down membuat berkendara menjadi lebih nyaman, khususnya saat ada tanjakan serta tikungan.

Namun demikian, ini hanya berlaku bila berkendara sendirian. Dalam pengujian untuk touring di atas 100 km, rasa pegal justru lebih tidak terasa daripada saat menggunakan motor sport tipe fairing.

Harga Bekasnya Masih Cukup Tinggi

Dengan desain yang tidak semua orang suka, ternyata Yamaha Xabre harga bekasnya masih cukup tinggi untuk sebuah motor naked sport berusia di atas tujuh tahun. Karena barangnya unik dan langka, Xabre sekarang kerap jadi incaran calon pembeli motor sport bekas.

Saat diluncurkan pada 2016, Yamaha Xabre dihargai Rp 29,8 juta on the road Jakarta. Namun pada akhir 2019, Yamaha Xabre ini harus disuntik mati karena sulit bersaing di pasar motor sport naked 150cc dan juga memberi kesempatan pada Yamaha MT-15. Kini, harga termurah Yamaha Xabre untuk keluaran 2016 yaitu mulai Rp10,9 juta di kawasan Jakarta dan sekitarnya. 

Kekurangan Yamaha Xabre, Harga Baru yang Kemahalan

Harga Yamaha Xabre saat diluncurkan sempat dinilai terlalu tinggi. Bahkan setelah sekitar delapan tahun setelahnya, nilai segitu masih lebih tinggi Ketimbang Yamaha Vixion 150.

Dengan harga yang mahal, Xabre masih minim soal teknologi dan juga memiliki desain yang kontroversial. Berikut ini beberapa kekurangannya.

Posisi Berkendara Tidak Cocok Untuk Segala Postur

Posisi berkendara dari Yamaha Xabre yang unik ternyata juga bisa jadi kekurangan. Khususnya bagi orang dengan tinggi badan di bawah rata-rata, bisa bikin cepat pegal. Kemudian dengan bentuk setang yang lebar itu, menyelip di antara kemacetan mobil lebih sulit.

Posisi duduk Penumpang Kurang Nyaman

Kenyamanan penumpang juga berpengaruh, dengan posisi jok yang lebih tinggi ketimbang jok depan. Alhasil, penumpang yang dibonceng duduknya bisa lebih tinggi dari pengendara. Selain itu, ukuran jok penumpang juga terbilang kecil, mengurangi kenyamanan untuk berkendara dalam jangka waktu lama.

Teknologi Mesin Masih SOHC 4-Valve Biasa

Hal lain yang membuat Yamaha Xabre kurang memikat ialah pada teknologi mesin yang digunakan masih SOHC empat klep biasa walau sudah bertransmisi 6-percepatan. Mesin SOHC 4-valve ini mirip seperti yang digunakan pada Yamaha MX King yang merupakan motor bebek sport.

Padahal sebagai motor dengan genre sport, alangkah menariknya bila Yamaha saat itu membekali Xabre dengan teknologi VVA hingga fitur assist & slipper clutch.  

Tidak Ada Standar Tengah

Hal konyol dari Xabre sebagai sebuah motor naked ialah Yamaha tidak membekali Xabre dengan standar tengah. Mau tidak mau, pemilik harus membeli standar paddock bila ingin memarkir Xabre dalam posisi tegak. 

Padahal untuk motor naked, kehadiran standar tengah ini tidak mengganggu sebagaimana pada motor fairing yang bakal terganjal di fairing bawah. 

Kesimpulan

Sebagai sebuah motor naked sport, Yamaha Xabre unggul dari sisi desain yang eksentrik dan posisi berkendara yang unik. Meskipun demikian, harga yang ditawarkan saat itu dinilai kemahalan bila dibandingkan dengan fitur yang dimiliki.

Bahkan untuk ukuran motor sport, Xabre tak punya fitur ABS, jadi pengereman mengandalkan rem cakram di tiap rodanya. 
(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *