Suzuki dulu menjadi salah satu brand yang mempelopori berkembangnya segmen crossover di Indonesia. PT Suzuki Indomobil Sales menginisiasi segmen tersebut melalui SX4 X-Over. sekitar satu dekade lalu, Suzuki SX4 X-Over ini merupakan salah satu crossover terlaris dengan berbagai kelebihan yang dimiliki.
Suzuki SX4 X-Over di Indonesia pertama kali hadir pada 2007 dan penjualannya dihentikan pada 2012. Suzuki Motor Corporation selaku prinsipal dulu juga sempat menjadikan SX4 ini sebagai andalan di balap reli WRC.
Kini, harga pasaran Suzuki SX4 Gen 1 sudah relatif terjangkau. Harganya hanya sedikit lebih murah daripada Ignis bekas pre facelift. Dengan budget di kisaran Rp100-110 juta, kita bisa membeli Suzuki SX4 2011, serupa dengan pasaran Ignis 2017 di kisaran Rp120 juta.
Suzuki SX4 X-Over diciptakan dengan platform yang sama seperti Neo Baleno, sehingga saling berbagi sasis, mesin dan parts.
Tentu ini menjadi opsi menarik bagi kamu yang mencari mobil perkotaan dengan ground clearance cukup tinggi namun dengan perawatan yang cukup mudah.
Penampilan SX4 pun tak kalah menarik dari sisi desain yang maskulin. Ini karena SX4 dirancang oleh studio Italdesign milik Giorgetto Giugiaro. Postur yang cukup besar dengan ground clearance tinggi membuat SX4 X-Over tampil gagah.
Suzuki SX4 X-Over berhasil menjadi salah satu kiblat dari mobil-mobil crossover di Indonesia yang muncul setelahnya. Berikut ini ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan Suzuki SX4 X-Over tersebut.
Kelebihan Suzuki SX4 X-Over, Desain Maskulin dengan DNA Reli
Suzuki SX4 X-Over masuk Indonesia 2007 yang diimpor langsung oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dari Jepang. Kala itu SIS hanya menyediakan satu varian saja, menggunakan mesin berkode M15A. Kemudian, versi rakitan lokal diperkenalkan setahun kemudian karena permintaan pasar yang tinggi.
Penampilan yang Maskulin Garapan Rumah Desain Top
Suzuki SX4 X-Over yang diciptakan mengisi segmen SUV compact ini membuatnya punya penampilan yang maskulin. Desainnya juga cukup elegan khas mobil Eropa, karena memang dirancang oleh studio Italdesign milik Giorgetto Giugiaro.
Secara umum, desain Suzuki SX4 X-Over seperti hasil kawin silang dari Grand Vitara generasi ketiga dan Swift generasi kedua.
Menegaskan kesan adventure yang kuat, SX4 memakai velg roda berukuran besar dan aksen hitam matte pada ornamen over fender, serta memasang underguard berkelir silver pada bumper depan dan aksen hitam di bumper belakang.
Ground clearance setinggi 175 mm berpadu over fender minimalis terpasang menghiasi velg 16 inch dengan balutan ban Bridgestone Turanza 205/60 R16, membuatnya memiliki kemampuan off road ringan.
Ground clearance segitu terbilang sangat tinggi untuk ukuran mobil sekelasnya. Aspek ini bisa membuat mobil tidak mentok saat harus menempuh perjalanan dengan medan kurang baik.
Atas dasar desainnya dan keikutsertaan dalam balap WRC membuat masyarakat yakin terhadap kualitas dari mobil tersebut memiliki daya tahan yang tangguh.
Kabin Cukup Luas dengan Headroom Tinggi
Dengan konsep mobil perkotaan yang memiliki kemampuan adventure, maka Suzuki merancang agar interiornya cukup luas untuk pemakaian harian. Untuk mobil 5-seater, ruang kaki cukup lega untuk penumpang depan, begitu juga penumpang belakang.
SX4 X-Over punya headroom yang tinggi, memberi kesan pandangan yang luas. Hanya saja sandaran jok penumpang belakang terlalu tegak, dan posisinya tidak bisa lebih dimiringkan.
Corak dan desain interiornya cukup kalem dengan dashboard warna hitam memperkuat kesan elegan. Ini sedikit kontras dengan penampilan luar yang maskulin.
Fitur multimedia dibekali Head Unit integrated yang terkoneksi Audio Steer Control. Konektivitas ini memudahkan pengemudi dalam mengoperasikan head unit, seperti atur volume, menjawab telepon via Bluetooth, atau gonta ganti lagu di head unit.
Sayangnya Head Unit bawaan SX4 belum disupport dengan USB, sehingga kita hanya bisa menyambung dengan kabel aux atau Bluetooth untuk memutar lagu dari ponsel.
Pada SX4 pre-facelift, panel instrumennya menampilkan layar MID yang memberikan informasi suhu, konsumsi bbm, dan jam di tengah. Posisi jam kemudian berpindah di panel speedometer untuk versi facelift.
Fitur yang Cukup Modern
Suzuki tetap mempertahankan beberapa fitur-ftur canggih yang ketika itu belum banyak ditemui di moblil lain pada masa itu. Fitur tersebut adalah control steering switch, Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD) serta dual SRS airbag.
Lebih lanjut, Suzuki telah membenamkan sistem audio yang apik melalui 4 speaker dan 4 tweeter untuk menghasilkan alunan suara yang lebih proporsional.
Dirakit Secara Lokal dan Tambah Varian
Setelah meraup sukses di tahun pertama, PT SIS kemudian merakit SX4 secara lokal di pabrik mereka yang berada di Bekasi, Jawa Barat. Ini karena peminat Suzuki SX4 X-Over harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kendaraan bila mobilnya impor dari Jepang.
Setelah diproduksi lokal, Suzuki memecah SX4 dalam dua varian baru pada 2008, yaitu X-Over dan X-Road. Perbedaannya ada pada kelengkapan fitur masing-masing varian.
Suzuki SX4 X-Road diciptakan sebagai mobil yang fokus untuk digunakan dalam kota. Ada beberapa fitur yang kemudian dihilangkan seperti MID, rem belakang masih tromol, tidak ada roof rail.
Bila mencari fitur yang paling lengkap, maka tersedia SX4 X-Over yang menggunakan roda berukuran 16 inci, disc brake di roda belakang, memiliki panel MID, ada roof rail, hingga pilihan transmisi otomatis 4 percepatan serta manual 5 percepatan.
Kelemahan Suzuki SX4 X-Over, Variannya Terbatas
Telah disinggung di atas, Suzuki Indonesia hanya menyediakan satu varian mesin pada SX4 dan tidak menghadirkan opsi penggerak di crossover mereka. Padahal di luar negeri, SX4 X-Over juga tersedia dengan mesin diesel 1.3 liter dan bensin 2.0 liter.
Pilihan penggerak roda yang ditawarkan pada masyarakat Indonesia pun hanya varian berpenggerak roda depan. Padahal di negara lain ada SX4 dengan pilihan AWD. Belum lagi, mesin yang tersedia untuk pasar Indonesia juga telah di-downgrade dari versi Jepang.
Mesin 1.5 Liter di Suzuki SX4 X-Over Tenaganya Tidak Istimewa
Suzuki SX4 dibekali mesin M15A 1.5 L vvt DOHC 16 valve yang mampu memproduksi tenaga 100 ps pada 6000 rpm dan torsi 133 Nm pada 4000 rpm. Mobil ini tersedia dalam pilihan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan. Jenis mesinnya sama dengan yang digunakan pada Suzuki Swift dan Neo Baleno.
Perlu diketahui, mesin SX4 versi Indonesia ini settingannya didowngrade dari versi Jepang. Untuk SX4 versi JDM, mesinnya yang mampu menyemburkan tenaga 110 ps pada 6000 rpm dan torsi 143 Nm pada 4000 rpm. Alhasil, mesinnya pun jadi underpowered atau kurang bertenaga.
Bobot SX4 seberat 1,2 ton yang serupa Toyota Rush, kemudian dipadukan dengan mesin bertenaga 100 ps. Perbandingan tentu akan menghasilkan power-to-weight ratio yang kurang ideal untuk kelincahan berkendara.
Tujuan downgrade ini tak lain untuk menyesuaikan dengan BBM di Indonesia, sehingga mampu menenggak bensin RON 88 seperti Premium saat itu. Konsekuensinya, mesin tadi agak sulit untuk menghasilkan torsi yang ideal, sehingga tarikan bawahnya kurang menghentak.






