GAC Aion menegaskan komitmen untuk masuk dan ‘menancapkan kuku’ di pasar mobil listrik Indonesia. Ini mereka tunjukkan dari investasi pabrik, peluncuran produk-produk rakitan lokal, serta rencana perluasan jaringan diler.
Chief Executive Officer Aion Indonesia Andry Ciu menjelaskan bahwa merek mobil listrik asal China tersebut memutuskan masuk ke Indonesia karena potensi yang besar dari negeri ini.
Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara dan salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia, penjualan mobil di Tanah Air masih jauh dari kata maksimal, termasuk di sektor mobil listrik.
“Pasar mobil listrik di Indonesia masih sangat kecil dan ada peluang sangat besar untuk bertumbuh. Thailand, tetangga kita, pasar mobil listriknya sudah lebih dari 15 persen, sedangkan kita masih 3 persen. Jadi, peluang untuk bertumbuhnya masih sangat luas,” kata dia dalam wawancara eksklusif dengan Mobil123.com di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 pada 18-28 Juli di Serpong, Tangerang.
GAC Aion sendiri baru saja menggelar seremoni perkenalan merek di negeri ini pada Juni 2024, sekaligus merilis model pertama mereka yakni GAC Aion Y Plus.
Dalam GIIAS 2024, mereka lanjut merilis dua model sekaligus, yaitu sedan listrik GAC Aion ES serta Sport Utility Vehicle (SUV) listrik keren berpintu Gullwing Hyptech HT.
Perakitan Lokal dan Pabrik GAC Aion di Indonesia
Andry menjelaskan kalau GAC Aion menunjukkan keseriusan di Indonesia lewat berbagai bukti. Pertama adalah rencana perakitan lokal dari tiga model mobil listrik pertama mereka di pabrik Cikampek, Karawang, Jawa Barat berkapasitas produksi 50 ribu unit setahun yang saat ini sedang dibangun oleh Indomobil Group.
GAC Aion Y Plus ingin dirakit lokal pada akhir 2024. Adapun GAC Aion ES maupun Hyptec HT mulai diproduksi di Cikampek pada awal 2025. “Lagi dipersiapkan peralatan-peralatan untuk jalur produksinya,” beber Andry.
Sebelum itu terjadi, ketiga model tersebut akan diimpor utuh (completely built up/CBU) dulu dari China, dengan memanfaatkan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk mobil listrik impor utuh asalkan ada komitmen perakitan lokal pada masa mendatang.
“Kalau kami berani membawa mobil menggunakan CBU yang ada insentif pajaknya dari pemerintah, dipastikan kami akan produksi di sini,” tegas Andry.
Pembangunan Jaringan Diler GAC Aion di Indonesia
Komitmen GAC Aion selanjutnya ditunjukkan lewat pembangunan jaringan penjualan plus purna jual di seluruh Indonesia secara bertahap.
Andry menerangkan kalau konsep diler mereka terbagi menjadi tiga kategori yakni ‘Moon’ yang hanya melayani penjualan (sales only/1S) dan berlokasi di mall, ‘Star’ yang hanya melayani penjualan (1S) dan berada di pusat perbelanjaan strategis), serta ‘Sun’ yang melayani penjualan, servis, dan purna jual (sales, service, spare parts/3S).
“Kami terus bangun jaringan untuk GAC Aion supaya semakin dekat dengan seluruh masyarakat Indonesia dan juga kami siapkan jaringan servisnya yang lengkap karena meskipun kami memberikan garansi baterai seumur hidup, para konsumen tetap butuh pemeriksaan dan perawatan berkala, kan,” tukasnya.
Ia menyebut bahwa hingga akhir 2024, GAC Aion menargetkan pengoperasian 30 diler di seluruh Indonesia. Sebanyak 70-80 persennya adalah outlet berkonsep ‘Sun’, dengan fasilitas 3S.
“Sebanyak 18 outlet di antaranya sudah terkonfirmasi dan masih ada beberapa lagi yang kami survei lokasinya. Jadi, kira-kira, sudah ada kandidat untuk 23-24 diler. Harapannya tercapai target 30 outlet tahun ini,” sebut Andry percaya diri.
Kelebihan Mobil Listrik GAC Aion
Andry mengklaim bahwa model-model mobil listrik GAC Aion akan selalu menawarkan berbagai keunggulan. Pertama ialah Aion Electric Platform (AEP) 2.0 atau 3.0 yang dibuat khusus untuk mobil listrik sehingga memberikan ruang kabin serta bagasi luas, lantai yang rata, dan handling yang oke berkat distribusi bobot 50:50 antara bagian depan dengan belakang.
“Letak baterainya pasti berada di tengah sehingga apabila terjadi impak dari depan atau pun belakang, baterainya aman,” akunya.
Di samping itu, tingkat keamanan dari Magazine Battery milik GAC Aion digadang-gadang sangat tinggi. Untuk memastikan kalau baterai tersebut tidak mudah terbakar dalam kondisi ekstrem sekalipun, GAC Aion bahkan sampai menembaknya dengan senjata api. Padahal, standar dari pengetesan baterai hanya ditusuk dengan jarum berukuran besar.
“Peluru menghasilkan lubang delapan kali lebih besar dan kecepatannya tembus 980 ribu kali lebih cepat. Artinya, gesekan di dalam sel baterai jauh berbeda dan karena kami menggunakan sistem Magazine Battery, bagian casing-nya mampu meredam panas sehingga tidak mencapai titik api meski terjadi titik panas. Kalornya diredam, sehingga apinya tidak menyala,” papar Andry.
Orang nomor satu di GAC Aion Indonesia tersebut menegaskan kalau mereka mau merebut ‘kue penjualan’ yang sebesar-besarnya, di tengah persaingan pasar mobil listrik Tanah Air yang semakin ketat plus ramai. “Kalau ngomong pangsa pasar, kami mau sebesar-besarnya,” tegas Andry. [ADV/Xan]






