Mobil jenis SUV jadi favorit bagi masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, karena memiliki kemampuan berkendara yang baik di jalan raya maupun off road. Untuk kalian yang kerap memakai SUV di jalan non aspal alias off road, sebaiknya ketahui perbedaan antara ban M/T, H/T, dan A/T yang diciptakan untuk mobil SUV.
Dimensi body SUV yang besar serta ground clearance nya yang tinggi merupakan kelebihan yang dimiliki SUV dan membuat pengendaranya lebih percaya diri untuk berkendara sehari-hari.
Perlu kalian ketahui, SUV memakai ban yang berbeda ukuran dengan mobil seperti MPV apalagi sedan. Desain ban untuk SUV berviariasi dan disesuaikan dengan kebutuhannya dalam melalui permukaan jalan, yaitu Highway Terrain, All Terrain, ataupun Mud Terrain.
Sesangar apapun SUV yang kalian miliki, tetap saja tidak bisa tangguh di medan terjal apabila tidak didukung oleh pemilihan ban yang tepat. Pemilihan ban yang salah bisa membuat mobil kerap tergelincir atau selip.
Untuk itu, kalian yang memiliki SUV dan ingin main tanah harus memperhitungkan secara cermat mulai dari tenaga mesin, transmisi, transfer case, final gear, hingga jenis ban yang ideal.
Ban yang berukuran terlalu besar dengan perbandingan rasio final gear kekecilan dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen gardan, final gear atau transmisi. Berikut ini jenis ban yang cocok untuk kondisi off road maupun on road.
Ban Highway Terrain (HT)
Ban jenis Highway Terrain (HT) diperuntukkan di permukaan jalan aspal, jalan tol, jalan raya atau jalan mulus lainnya. Tujuan memakai ban HT adalah untuk alasan kenyamanan, kecepatan dan keawetan.
Ban ini diperuntukkan bagi SUV atau Crossover yang dalam aktivitas sehari-harinya melakukan perjalanan On Road dalam kota ataupun antar kota. Pada beberapa merk Ban HT, ada yang sampai mengadopsi beberapa feature dari Ban Sedan.
Ban HT memiliki kemampuan yang lebih responsif, stabil, grip dan cornering traction yang baik di jalan aspal dalam kondisi kering. Pada saat kondisi jalan basah, kestabilan dan traksi tetap terjaga dengan kecepatan yang lebih rendah.
Jenis Ban All Terrain (AT)
Ban ini juga sering digunakan sebagai ban standar di berbagai mobil SUV yang baru keluar dari pabrik. Ban All Terrain handal pada kombinasi permukaan jalan aspal, gravel, berbatu kecil ataupun lumpur dengan tingkat yang sangat ringan.
Jenis ban AT umumnya bisa dipakai untuk medan on road maupun off road ini lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari, khususnya di jalanan perkotaan atau beraspal. Ban tipe AT memiliki groove gabungan antara corak aspal dan corak jalanan offroad. Ban AT memiliki design pola tapak yang membuatnya dapat melalui permukaan jalan yang bervariasi dengan tread block yang agak dalam dan tidak terlalu rapat namun tetap teratur.
Sesuai namanya, ban mobil AT juga bisa dibawa off road dengan perbandingan 70% on road dan 30% off road. Ban AT mempunyai tapak dan alur yang tidak sekuat ban MT sehingga sedikit mengurangi kemampuan off road-nya, tapi cocok untuk penggunaan di jalan raya yang lebih nyaman.
Mobil SUV yang memakai ban AT efeknya minim suara bising dan getaran saat dipacu di jalan aspal. Banyaknya groove atau kembangan ban bakal mempermudah pembuangan air saat turun hujan. Meskipun demikian, tread block yang tidak terlalu rapat menyebabkan grip tidak sebaik Ban Highway Terrain.
Kemampuan pengereman dan pengendaliannya di jalanan basah tentu lebih baik ketimbang ban jenis Highway Terrain yang digunakan pada mobil biasa.
Jika tidak melakukan perjalanan off road di medan yang terjal, atau hanya jalan tanah berbatu biasa, maka tidak membutuhkan ban yang kemampuan off roadnya tangguh. Dengan begini, ban AT bisa menjadi pilihan.
Ban mobil AT juga memiliki bobot yang relatif lebih ringan dan mudah berputar, sehingga saat dikendarai bisa menghemat lebih banyak bahan bakar. Tak kalah penting, ban AT memiliki kemampuan stone ejector yang mencegah batu terselip di alur ban dan membuat telapak ban tetap terjaga secara optimal.
Ban Mud Terrain (M/T), Untuk Medan Off Road Kelas Berat
Ban Mud Terrain (M/T) didesain khusus untuk medan offroad kelas berat. Ban MT diperuntukkan bagi para pengguna mobil operasional di Tambang, pekerja di hutan, hingga para off roader. Beberapa kalangan menyebut ban MT sebagai ban pacul atau ban tahu karena memiliki motif kembangan kotak-kotak yang besar seperti bentuk tahu.
Karena desainnya tersebut, ditujukan membantu mobil SUV saat melibas medan berat berlumpur, berpasir, dan bebatuan, serta melibas genangan air. Ban MT didesain dengan bahu lebih kokoh, sidewall yang bergerigi serta tread block yang dapat menangkal batu yang “nyelip”.
Ban MT memiliki banyak tread block yang dalam agar bisa menggali lumpur dan tanah sebanyak mungkin demi mendapatkan traksi. Got yang lebih lebar dan lebih dalam, juga berfungsi membuat lumpur dan kotoran bisa cepat hilang dan tidak mengganggu traksi.
Penggunaan Ban MT di jalan aspal akan sangat berbeda dengan Ban HT maupun AT. Ban ini idealnya digunakan untuk medan ekstrem, tidak disarankan untuk dipakai on road atau jalanan beraspal.
Tread block alias celah kembangan tapak ban yang dalam dan tidak rapat pada Ban MT menyebabkan hanya sebagian karet yang menempel pada permukaan aspal. Dampaknya akan licin ketika digunakan pada saat kondisi hujan dan juga boros bensin.
Ketika dipacu pada kecepatan sedang hingga tinggi Ban MT juga akan mengeluarkan suara mendengung karena udara yang masuk melalui selah-selah tread block hingga menyebabkan kurang nyaman. Pengemudi akan kesulitan mengendalikan mobil saat mengerem secara tiba-tiba atau bermanuver di tikungan dengan kecepatan yang cukup tinggi.
(YS)






