Insan Akbar | 05 June 2024 11:54
GUANGZHAO – Merek China GAC Aion berencana memasarkan tujuh mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan di Indonesia.
GAC Aion merupakan merek mobil asal China selanjutnya yang bersiap mencoba peruntungan di Tanah Air.
Vice President Aion Indonesia Qin Bangshu menyebut Indonesia adalah salah satu pasar yang penting untuk ekspansi global mereka, setelah diklaim masuk tiga besar merek mobil listrik di ‘Negeri Tirai Bambu’.
“Makanya, mulai tahun ini, kami bekerja sama dengan Indomobil Group untuk membentuk joint venture (perusahaan patungan). Tapi, kami hanya akan membawa BEV (battery electric vehicle/mobil listrik murni) ke Indonesia,” ucap dia di sela-sela Media Visit di Guangzhou, China belum lama ini.
Tak hanya sekadar menjual, GAC Aion kelak juga melakukan perakitan lokal di Indonesia. Menurut Bangshu, awalnya mereka akan merakit mobil listrik di fasilitas manufakturing milik Indomobil Group, sebelum membangun pabrik milik mereka sendiri pada masa mendatang.
Terkait produk, GAC Aion bersiap menghadirkan mobil-mobil listrik untuk beragam segmen. Jenisnya pun bervariasi.
“Setiap tahun kami akan membawa dua sampai tiga model ke Indonesia. Dalam tiga tahun kami akan membawa tujuh model ke Indonesia. Dari segmen bawah ke atas, dari SUV ke hatchback,” beber Bangshu.
Dua model pertama mereka untuk pasar Indonesia, sebut Bangshu, ialah GAC Aion Y Plus serta GAC Aion Hyper HT. Dari keduanya, Y Plus mengaspal duluan.
Jika tak ada aral melintang, Aion Y Plus menjalani debut dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 pada Juli mendatang di Serpong, Tangerang, Banten.
Bangshu menyebut region utama yang mereka incar di awal masa penjualan ialah Jakarta dan sekitarnya. Lalu, GAC Aion bakal menyasar beragam kota besar lain di Indonesia.
“Saya rasa awalnya memang Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Tapi, kami menargetkan 10 kota besar di Indonesia,” tandasnya.
GAC Aion mengklaim bahwa mobil-mobil listrik mereka disertai teknologi canggih. Misalnya platform tegangan tinggi untuk memfasilitasi fast charging (pengisian daya cepat), teknologi dan material baru seperti separator keramik berporositas tinggi, elektrolit daya tinggi berviskositas rendah, pelapisan bahan elektroda dengan karbon lunak/keras, serta grafena. [Xan]






