Insan Akbar | 04 July 2024 12:01
BEIJING – Salah satu pabrikan otomotif asal China baru saja memperkenalkan baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) yang bisa dipakai dengan total jarak jutaan kilometer (km), dengan usia pemakaian setengah abad.
Pabrikan otomotif yang dimaksud, seperti dilaporkan Carscoops baru-baru ini, adalah Geely. Mereka mengintroduksi baterai mobil listrik dari material lithium ferro phosphate (LFP) yang diklaim mampu dipakai hingga total jarak tempuh 1 juta km.
Dari sisi umur, baterai mobil listrik temuan Geely bisa berusia sampai dengan 50 tahun. Kelebihan lainnya ialah pengecasan lebih cepat, kinerja lebih baik di lingkungan dingin, serta lebih aman dalam berbagai kondisi.
Baterai mobil listrik short blade dari Geely digadang-gadang dapat dicas sebanyak 3.500 kali atau setara 1 juta km, dengan minimal impak terhadap jarak tempuh baterai. Sel baterainya punya kapasitas 192 Wh per kg dan berukuran 40 persen lebih pendek ketimbang blade battery tradisional.
Dalam tes, Geely telah membandingkannya dengan long blade batteries berkapasitas sama. Hasilnya, short blade battery dari Geely bisa terisi dayanya dengan lebih cepat yaitu hanya 17 menit 4 detik untuk pengecasan 10-80 persen.
Adapun long blade batteries yang menjadi subyek komparasi membutuhkan waktu 26 menit untuk pengecasan 10-80 persen.
Baterai mobil listrik termutakhir Geely pun dapat mempertahankan 90,54 persen kapasitasnya saat berada pada suhu -30 derajat celcius. Sementara itu, long blade battery yang diuji bersamaan hanya memiliki retensi kapasitas sebanyak 78,96 persen ketika dihadapkan dengan suhu seekstrem itu.
Geely sangat membanggakan pula keamanan baterai mobil listrik teranyar mereka. Setelah ditusuk-tusuk oleh delapan jarum baja 5 mm secara simultan dan dimonitor selama 1 jam, hasilnya adalah ‘zero ill effect’.
Bahkan, seusai ditembak dengan peluru 5,8 mm, tidak ditemukan adanya inisiasi termal pada baterai.
Geely tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga menenggelamkan baterai mobil listrik tercanggih mereka ke air laut, melemparnya ke kobaran api, menempatkannya di tengah kondisi dingin ekstrem, ditumbuk dari samping, ditekan beban seberat 26 ton, hingga menghancurkannya, dengan hasil yang aman.
Sayang, salah satu merek mobil asal China ini tidak mengatakan kapan model-model mobil listrik produksi massal mereka akan ‘dipersenjatai’ dengan baterai canggih plus super aman tersebut. [Xan]






