Scroll untuk baca artikel
Berita

Ogah Pakai Radiator, Ini Alasan Mobil Volkswagen Lawas Selalu Pakai Sistem Pendingin Udara

×

Ogah Pakai Radiator, Ini Alasan Mobil Volkswagen Lawas Selalu Pakai Sistem Pendingin Udara

Share this article
ogah-pakai-radiator,-ini-alasan-mobil-volkswagen-lawas-selalu-pakai-sistem-pendingin-udara
Ogah Pakai Radiator, Ini Alasan Mobil Volkswagen Lawas Selalu Pakai Sistem Pendingin Udara

Mobil-mobil Volkswagen dengan sistem pendingin mesin memakai tekanan udara atau air cooled ini setara dengan mobil LCGC jaman sekarang. Mobil VW memang dibuat murah agar terjangkau dibeli oleh rakyat Jerman. 

Konsep ini merupakan hasil dari program mobil murah pemerintahan Adolf Hitler di tahun 1938. Adapun model pertama mobil VW yang langsung memakai sistem air cooled ialah VW Type 1 yang umum dijuluki sebagai VW Beetle, hasil pengembangan Ferdinand Porsche.

Alasan Mobil VW Pakai Sistem Pendingin Udara

Mobil VW pada umumnya diciptakan memakai mesin yang tanpa radiator. Karena sebagai pertimbangannya, mobil-mobil ini diperuntukkan bagi rakyat Jerman yang terbiasa tinggal di suhu dingin. 

Konsep Volkswagen Type 1 telah ada sejak 1934 setelah pertemuan antara Hitler dan Porsche. Hitler menginginkan mobil ini punya kualitas yang bagus, bandel, harganya terjangkau, serta kemampuannya tidak memalukan. 

Atas titah Hitler, Ferdinand Porsche merancang performa mobil ini dapat mengangkut satu keluarga beranggotakan lima orang dengan kecepatan 100km/jam di autobahn.

Prototipe pertama yang diperkenalkan pada tahun 1935 dilengkapi dengan mesin 4 silinder 700cc berpendingin udara, dan menghasilkan 22,5 tenaga kuda. 

Sempat terhenti selama Perang Dunia II, Volkswagen akhirnya memulai produksi massal Beetle ini pada 1945. Pada versi produksi massal, VW Type 1 mengandalkan mesin berkapasitas 1.100 cc dengan output daya sebesar 30 hp pada 3.300 rpm dengan torsi puncak 68 Nm pada 2.000 rpm.

Sebagaimana kita tahu, Jerman yang berada di benua Eropa memiliki tingkat kelembaban yang rendah dan suhunya rata-rata lebih dingin dari daerah tropis. Maka dari itu, mobil cukup memakai sistem pendingin udara karena sudah bisa mendinginkan suhu mesin.

Alasan berikutnya adalah menekan ongkos produksi supaya harga mobil saat itu bisa terjangkau oleh masyarakat. Perlu kalian ketahui, pada sistem radiator itu setidaknya memerlukan hose in – hose out cairan pendingin, pipa-pipa elemen radiator, kisi-kisi logamnya, kipas blower, motor blower, thermostat, reservoir tank.  

Sementara itu, sistem air cooled garapan VW hanya memakai sebuah casing logam dan kipas yang dicouple dengan as alternator yang dihubungkan dengan puli crankshaft.

Sistem Air Cooled Terbukti Tangguh Disiksa Saat Perang di Afrika

Melihat rancangan sistem pendingin udara yang tidak mengalami kendala saat diproduksi tahun 1938 untuk kebutuhan domestik, lantas  mesin air cooled berikut platform ini digunakan pada kubelwagen, SUV Wehrmacht untuk keperluan perang.

Cikal bakal VW Safari ini digunakan sebagai jip tempur pasukan Jerman saat melakukan penaklukkan ke penjuru Eropa. Menariknya, Kubelwagen juga ikut dibawa menjelajah gurun Afrika. Kübelwagen ini jadi andalan tentara Jerman-Nazi saat bertempur di gurun Sahara Afrika sampai Uni Soviet. 

Saat di Afrika ternyata mesin ini lebih survive, tidak tergantung air pendingin sebagaimana radiator. Padahal situasi gurun ini begitu panas saat siang hari, sehingga dikhawatirkan membuat mesinnya overheat. 

Faktanya, mesin VW aircooled tidak bakal overheat jika kisi-kisi silindernya seperti diatas itu bersih, casing blower dan dek mesinnya bagus (tidak copot atau berlubang). Kualitas pelumas mesin juga harus bagus, cooler pelumasnya juga bagus dan tidak kekurangan pelumas. 

Pasca perang berakhir dan industri otomotif Jerman diperbolehkan memproduksi mobil sendiri oleh pihak sekutu, VW kemudian memproduksi versi sipil dari Kübelwagen yang dinamai Tipe 181. Basis mobil tersebut sudah yang sudah terbukti tangguh dan membuat Nazi Jerman memenangkan beberapa pertempuran. 

Volkswagen Type 1 Jadi Mobil ‘Murah’ yang Proporsional

Sebagai sebuah mobil murah, Volkswagen Type 1 tetap dirancang sebagai sebuah kendaraan yang layak. Ferdinand Porsche tidak main-main mendesainnya. Aspek kenyamanan, durabilitas dan reliabilitas tetap diperhatikan sebagai bentuk titah Hitler agar mobil tersebut tidak malu-maluin saat dipakai.

Mobil ini berpenggerak belakang, dimana mesinnya yang diletakkan di belakang dan langsung disambung dengan gearbox dan final gear yang memutar rodanya. Rancangan ini jelas menghemat biaya produksi, karena tidak memakai shaft untuk transfer tenaga mesin ke roda belakang.

Volkswagen Type 1 memakai sasis semi monokok dengan suspensi jenis torsion bar yang juga lumayan empuk bantingannya.

Volkswagen Safari, Mobil Serba Guna Dengan Basis Dari Tiga Model Sekaligus

Kalau ada sebuah mobil tangguh yang dibangun dengan platform gado-gado, jawabannya ialah VW Tipe 181. Sebagai informasi, VW Tipe 181 alias VW Safari ini merupakan model sipil yang memakai basis dari Kubelwagen dengan spesifikasi militer.

Tentunya harus ada beberapa penyesuaian platform pada VW Safari agar layak digunakan sebagai mobil penumpang sipil. Setidaknya, ada tiga model yang dimanfaatkan platformnya oleh VW, yaitu Beetle, T2 Transporter, dan Karman Ghia. 

Gardan depan merupakan hasil pengembangan VW Beetle, Floorpan atau lantai dan rangka memanfaatkan milik VW Karmann Ghia yang lebih lebar, dan as gardan belakangnya memakai milik VW Transporter model swing axle. 

Kemudian pada 1973 pihak VW mengubah rancangan as belakangnya menjadi seperti milik Porsche memakai model double jointed axles yang dilengkapi dengan constant velocity joints. 

Kelemahan Rancangan Mesin Air Cooled, Karburator Harus Rutin Dicek

Hampir setiap model VW memiliki tingkat reliable dan durabilitasnya tinggi. Mesinnya juga bisa swap engine dengan mudah dengan hanya plug and play antar model karena pakai basis yang sama. 

Bedanya hanya pada kapasitas silindernya, mulai dari 1.600, 1.700, 1.800 hingga 2.000 cc. Karena telah terbukti tangguh selama Perang Dunia II, VW lantas mengekspor Beetle atau Type 1 ke Asia Tenggara dan dilisensi oleh negara tropis seperti Mexico & Brazil dengan berbagai modelnya.

Mobil VW kelemahannya ada pada posisi karburator yang di atas distributor. Bila perawatan rutinnya terabaikan, akan rawan kebakaran. Karena bensin yang bocor akan menetes ke distributornya.

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *