Pada dekade 1990an Daihatsu memiliki model yang cukup variatif, karena mereka saat itu menjual sedan compact dalam sosok Charade. Perlu diketahui, Charade ini hadir dalam versi sedan maupun hatchback.
Daihatsu Charade terbagi sebagai Charade Winner dan Charade Classy. Untuk membedakan kedua model ini cukup mudah, dimana Charade Winner berwujud hatchback dan untuk Charade Classy berwujud sedan.
Pada kenyataannya, ada beberapa perbedaan spesifikasi maupun kelengkapan fitur antara Charade Winner dan Charade Classy. Daihatsu melakukan beberapa penyesuaian teknis saat sebuah hatchback digunakan sebagai basis mobil sedan.
Mobil mungil yang satu ini terbilang masih banyak diminati biarpun umurnya sudah lebih dari 30 tahun. Alasannya jelas, karena merek Daihatsu sejak lama dikenal dengan perawatannya yang cukup mudah dan ketersediaan sparepart yang banyak tersedia hingga di kota-kota kecil.
Sebagai sebuah motuba, harga pasaran Daihatsu Charade G100 ini relatif terjangkau. Bahkan harga termurahnya sama sepertinya harga motor skutik baru.
Berdasarkan penelusuran kami di marketplace jual beli mobil, Daihatsu Charade hatchback dijual mulai dari Rp17 juta hingga yang termahal dalam kondisi serba mulus mencapai Rp40 jutaan. Bahkan, harga bekas Charade masih lebih murah dari Yamaha NMax Turbo lho.
Berikut ini kami akan menyajikan beberapa poin perbedaan serta keunggulan dari Daihatsu Charade walau usianya sudah 30 tahunan.
Daihatsu Charade Classy, Sedan Sub-Compact Alternatif Toyota Corolla
Toyota Corolla pada dekade 1990-an jadi sedan compact yang jadi idola para kalangan menengah di Indonesia. Namun bila budget terbatas, maka Charade Classy saat itu jadi alternatif yang ideal. Ukurannya ringkas sehingga cocok untuk mobil perkotaan.
Charade Classy didesain oleh Hiroshi Aoki dan Hideyuki Ueda yang bekerja sebagai chief stylist di Daihatsu. Daihatsu Classy diproduksi pertama kali pada tahun 1990 sampai stop produksi tahun 1998.
Awalnya, Daihatsu sama sekali tidak berminat memproduksi mobil jenis sedan. Mengingat banyaknya permintaan dari pasar sedan di era 90-an di seluruh dunia, akhirnya mendorong Daihatsu untuk memulai proyek ini.
Charade Classy membawa seluruh spesifikasi Charade hatchback, baik itu mesin, eksterior, interior, fitur elektrikal, dan tentunya dengan penambahan bagasi. Soal mesin, ada kesamaan antara Charade Classy dan Charade Winner yaitu didukung mesin 1300cc Daihatsu seri HC-C 4 silinder 16 valve.
Daihatsu Classy awalnya hadir dalam varian velg racing 13 inch 5 palang dan ada juga yang hanya dilengkapi dengan velg kaleng. Kemudian ada tahun 1994 Daihatsu melakukan facelift terhadap Classy dengan nama Classy Pro, yang mendapat penambahan spoiler belakang dan grill berubah menjadi model jaring.
Facelift terakhir Daihatsu Classy meluncur pada tahun 1996, yang disebut juga dengan nama Classy Royal. Perbedaanya dengan Classy Pro hanya pada pemakaian material jok kulit dan warna body 2 tone.
Fitur yang Oke dengan Harga Lebih Terjangkau Pada Masanya
Daihatsu Charade Classy sebagai pendatang baru saat itu, sudah memiliki fitur yang terbilang canggih untuk sebuah sedan kompak. Menariknya lagi mobil ini juga dijual lebih murah, sehingga sukses bersaing dengan para kompetitor.
Sedan mungil ini telah dilengkapi power steering, power window dan central lock. Spion Daihatsu Charade Classy juga sudah dilengkapi dengan electric mirror. Pada sistem pengereman, bagian depan mengandalkan disc brake atau rem cakram sedangkan bagian belakang masih tromol.
Daihatsu Charade Winner, Hatchback yang Gampang Dioprek Buat Balap
Charade Winner G100 adalah varian Daihatsu Charade hatchback terakhir yang dijual Astra Daihatsu Indonesia pada tahun 1987 hingga 1993. Mobil ini disebut juga dengan nama Charade kapsul karena bentuknya yang lebih membulat.
Daihatsu Charade Winner memiliki ukuran yang ringkas dengan dimensi sebagai berikut:
- Wheelbase: 2.339,3 mm
- Panjang: 3.680,5 mm
- Lebar: 1.615,4 mm
- Tinggi: 1.384,3 mm
Spesifikasi Charade Winner juga tidak bisa dipandang enteng karena hatchback ini menggunakan mesin baru yang digunakan oleh Zebra. Mesin berkode HC-C SOHC 1.300 cc 4 silinder dengan bore x stroke 76.0 X 71.4 mm SOHC 16valve, dapat menghasilkan tenaga 89 Hp pada 6.500 rpm dan torsi 105 Nm pada 4.000 rpm.
Kemudian Pada Charade CX dibekali dengan mesin CB series buatan Daihatsu berkapasitas 1000cc dan masih berteknologi SOHC 12 valve dengan karburator. Mesin 3 silinder ini terkenal handal di tanjakan dengan torsi galaknya. Tenaga yang dihasilkan mesin CB series sebesar 51 hp @5.600 rpm dan torsi 75 Nm @3.200 rpm.
Dengan bobot mobil yang hanya sekitar 800 kg, tentunya mesin kecil tersebut sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian. Bensinnya juga lumayan irit, yaitu sekitar 1:12 untuk dalam kota dan 1:16 untuk luar kota.
Karena mesin lawas dengan kompresi yang rendah, kita tidak perlu sungkan untuk mengisi Pertalite sehingga bisa lebih ekonomis.
Fitur yang Lumayan Oke
pada generasi Charade Winner sudah ditambahkan fitur fitur elektronik seperti power window, power steering dan central lock. Adanya Power Steering lebih unggul digunakan untuk kendaraan harian khususnya ketika dilanda macet ala perkotaan ataupun sekedar mencari lokasi parkir di mall.
Charade Winner Sering Dipakai Balap
Ukuran mobil yang mungil dengan bobot ringan membuat Charade Winner sering dipakai untuk balapan seperti drag race. Ini membuat power to weight ratio Charade balap bisa menjadi mengerikan.
Charade Winner yang dipakai ikut balap sudah melakukan swap engine. Biasanya pakai mesin Daihatsu Feroza 1.600 cc atau CB70 maupun CB80 dari Daihatsu Charade Gtti atau GTxx dengan turbo yang lebih bertenaga.
Agak disayangkan, penjualan Daihatsu Charade di Indonesia terbilang kurang memuaskan dan harus selesai pada 1993. Hatchback andalan Daihatsu ini kalah saing dari Toyota Starlet, Civic Estilo hingg Suzuki Forsa Amenity.
(YS)






