Suzuki menjadi salah satu brand kawakan yang sudah lama eksis di Indonesia, dengan beragam model yang diterima secara positif oleh masyarakat. Pabrikan berlogo huruf S ini cukup sukses dalam menghadirkan mobil hatchback, salah satunya yaitu klan Forsa – Amenity.
Dalam perjalanannya di awal tahun 90-an, tercatat Suzuki luncurkan dua mobil andalan. Diawali dengan model hatchback hasil pengembangan Suzuki Forsa yang diberi nama Suzuki Amenity.
Setahun kemudian, Suzuki Indonesia meluncurkan versi sedan yang diberi nama Suzuki Esteem di tahun 1991. Dua model ini sama-sama memakai basis dari Suzuki Forsa yang rilis di era 80-an.
Suzuki Amenity sendiri hatchback kecil yang diproduksi antara tahun 1990 sampai 1992. Model ini sejatinya adalah cikal bakal dari Swift di era modern saat ini.
Dalam silsilahnya, Amenity bisa dibilang reborn dari Suzuki Forsa sebelum akhirnya dikembangkan lagi hingga menjadi Suzuki Esteem di tahun 1991. Kemudian, versi facelift Amenity dikenal dengan nama Suzuki Eleny yang muncul antara pertengahan tahun 1992 sampai tahun 1994.
Awal Mula Hadirnya Suzuki Forsa di Indonesia 
Suzuki Forsa masuk ke pasar Indonesia pada tahun 1985. Suzuki Forsa merupakan salah satu mobil yang memulai karir awal Suzuki di Indonesia. Nenek moyang dari Suzuki Swift ini pertama kali didatangkan Suzuki di tahun 1985.
Generasi Forsa yang pertama kali masuk di Indonesia yaitu Suzuki Forsa SA310 atau disebut juga Suzuki Forsa Swift. Mobil ini didatangkan langsung dari Jepang secara Completely Built Unit (CBU). Lalu saat dirakit lokal, Suzuki Swift pertama di Indonesia diubah namanya menjadi Suzuki Forsa.
Perbedaan antara Forsa dan Forsa Swift ini ada pada jumlah pintunya. Untuk Suzuki Forsa merupakan hatchback standar empat pintu, sedangkan Forsa Swift ini berkarakter hot hatch dengan model dua pintu.
Tampilannya cukup khas dengan mobil hatchback sejenis era 1980-an lainnya seperti Starlet atau Civic Wonder dengan desain serba kotak pada sudutnya. Bicara penampilan, Forsa juga memiliki kesan sporty, khususnya pada varian Suzuki Forsa GLX.
Pada Forsa GLX juga memiliki fitur-fitur menarik, seperti power steering, power window, central lock, AC, tape deck, velg cast wheel, dan spoiler.
Di luar sana, Forsa dijual dengan nama Suzuki Cultus, yang berasal dari bahasa latin yang artinya nyaman. Selain dijual dalam brand Suzuki, mobil ini juga dijual dengan merk Subaru Justify (Jepang), Changan Lingyang (Tiongkok), hingga Maruti Margalla (Pakistan).
Spesifikasi Suzuki Forsa
Mobil ini memiliki kapasitas mesin 1.000 cc 4 silinder dengan sistem penggerak roda depan dan transmisi 5 percepatan. Mesinnya bisa menghasilkan tenaga sebesar 45 HP dan torsi maksimal 100 Nm.
Keunggulan Forsa ada pada konsumsi bensin yang irit dan suku cadang yang mudah dicari, menjadikan mobil ini sebagai hatchback favorit di masanya.
Suzuki Amenity dan Eleny, Suksesor Forsa yang Lebih Anggun
Kemudian pada 1990, Suzuki meluncurkan Amenity sebagai generasi penerus Forsa di Indonesia. Namun, usianya tak bertahan lama dan hanya diproduksi hingga 1992.
Amenitu kemudian digantikan oleh Suzuki Eleny atau bisa dibilang versi faceliftnya.
Bentuk bodi Suzuki Amenity mengalami perubahan yang sangat drastis dibanding Suzuki Forsa yang menjadi pendahulunya. Suzuki Amenity ini memiliki lekukan halus membulat terutama pada sisi fascia.
Desain mukanya serupa dengan Suzuki Esteem, tapi dengan sisi belakang mempertahankan desain peninggalan Forsa. Desain lampu belakang horizontal mengapit plat nomor yang ada di tengah.
Suzuki Amenity yang juga hadir versi limited dua pintu bisa jadi salah satu alternatif hatchback dua pintu selain Honda Civic Wonder. Dipadukan dengan ukurannya yang lumayan kecil membuat kesan manis terlihat jelas pada mobil ini. Keunggulan Suzuki Amenity ada pada bodi mungilnya yang cocok digunakan sebagai mobil harian dalam kota.
Bagian depan mobil ini terkesan tak mudah lekang oleh waktu. Ini terbukti dari tidak adanya perubahan berarti pada bagian depan mobil ini setelah mengalami facelift pada generasi Suzuki Eleny dan Suzuki Esteem.
Spesifikasi dan Fitur Suzuki Amenity
Amenity versi Indonesia hanya mendapat pilihan mesin yaitu Suzuki G13A. Mesin ini masih memakai teknologi SOHC 8 valve dan memiliki kapasitas 1.300cc dengan tenaga makismal 71 hp dan torsi 102 Nm. Untuk urusan pengabutan bahan bakar masih digunakan sebuah karburator dan pengapiannya sudah memakai CDI.
Selain G13A ini, sebenarnya ada varian mesin Suzuki G13B yang sudah DOHC 16 valve dan injeksi. Sayangnya versi mesin yang lebih bertenaga ini hanya masuk sedikit ke Indonesia karena hanya digunakan untuk keperluan balap reli.
Fitur bawaan Suzuki Amenity terbilang lengkap dan canggih di masanya. Mobil ini sudah dilengkapi dengan electric mirror, power window di semua pintu, dan sudah memakai AC.
Pada varian 3 pintu, kursi depannya sudah menganut model semi bucket seperti yang biasa ditemukan pada mobil sport. Selain jok semi bucket, ada juga tambahan berupa setir palang 3 yang lebih sporty, hingga foglamp, side skirt dan spoiler di sisi eksterior.
Sebagai informasi, Amenity varian 5 pintu sudah CKD Indonesia sementara varian 3 pintu masuk secara CBU.
Suzuki Eleny, Facelift Amenity yang Lebih Imut
Hanya bertahan dua tahun, Suzuki Indonesia lantas merilis facelift Amenity sekaligus kembali mengubah namanya menjadi Suzuki Eleny. Sebagai produk facelift, terdapat beberapa ubahan desain pada Eleny.
Untuk membedakan Amenity dan Eleny bisa dilihat dari sisi eksteriornya, dimana Amenity ciri khas lampu belakangnya model kotak-kotak terpisah sedangkan Eleny model horizontal yang menyatu dan plat nomor ada di bumper.
Pada generasi Eleny, lekuknya semakin membulat ala kapsul. Desainnya mengikuti tren era awal 90-an yang serba melengkung halus pada sudutnya.
Harga Bekas Terjangkau dengan Sparepart Mudah
Harga Suzuki Amenity bekas saat ini tergolong cukup murah. Kalian dapat menemukannya di berbagai marketplace jual beli otomotif dengan harga pasaran mulai dari Rp25 juta hingga Rp35 juta.
Untuk masalah sparepart terutama pada bagian mesinnya masih sangat gampang dicari, karena banyak persamaan dengan Suzuki Carry Futura 1.300 cc. Karena sama dengan kelas mobil angkot, harga part mesinnya juga cenderung lebih murah dan cukup kuat.
(YS)






