Banjir dan Tanah Longsor Melanda 6 Kabupaten di Sulsel
Curah Hujan Tinggi Menyebabkan Bencana Alam
Curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir, dari Kamis (2/5/2024) malam hingga Jumat (3/5/2024) pagi, telah menyebabkan beberapa wilayah di Sulsel dilanda bencana. Enam kabupaten terdampak oleh banjir maupun tanah longsor.
Wilayah Terdampak Bencana Alam
Wilayah yang terdampak bencana alam tersebut antara lain:
- Kabupaten Luwu
- Kabupaten Sidrap
- Kabupaten Wajo
- Kabupaten Enrekang
- Kabupaten Pinrang
- Kabupaten Sinjai
Evakuasi dan Penyelamatan Korban
Kepala Kantor Basarnas Sulsel, Mexianus Bekabel, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Sulsel mengakibatkan banjir yang melanda beberapa wilayah kabupaten. Pihak Basarnas langsung turun ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dengan menurunkan 27 orang personel dari Kantor SAR Makassar, Pos SAR Bone, Unit Siaga SAR Masamba, Palopo, dan Parepare.
Mexianus juga menyampaikan bahwa rescue Basarnas Makassar bergabung dengan Unit Siaga SAR Parepare dengan fokus di Kabupaten Sidrap, Pos SAR Bone berfokus di Kabupaten Wajo, dan Unit Siaga SAR Masamba dan Palopo berfokus di Kabupaten Luwu, Kecamatan Suli, dan Kera. Hingga saat ini, data yang diperoleh mencatat bahwa 91 orang selamat, 7 meninggal dunia, dan masih dilakukan pencarian serta pendataan korban.
Penyebab Banjir dan Tanah Longsor
Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, menyatakan bahwa banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu disebabkan oleh cuaca ekstrem. Selain menyebabkan korban meninggal dunia, tanah longsor juga merusak rumah warga di Kecamatan Latimojong, tepatnya di Desa Pajang.






