BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta para pegiat media massa daring, konten kreator dan presenter muda waspadai informasi bohong alias hoaks menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di tengah tahun politik.
Dedie Rachim saat membuka kegiatan pembekalan lomba presenter tingkat nasional dalam rangkaian HUT ke-86 LKBN ANTARA di Universitas Ibn Khaldun, Senin, 20 November, mengatakan seiring dengan perkembangan teknologi digital, dunia jurnalistik perlu mengantisipasi pengaruh AI dalam penyebaran hoaks yang dapat memecah belah bangsa.
“Bahkan, ada juga video AI hoaks kadang tetap didengar dan dilihat oleh pengguna media sosial. Seperti pidato Presiden Jokowi beberapa waktu lalu heboh menggunakan bahasa Tionghoa, padahal isinya mungkin tidak benar. Ini yang perlu diantisipasi dan ditanggulangi” kata Dedie.
Menurut Dedie, konsentrasi pendidikan jurnalistik penting menjadi benteng bagi media daring dan pegiat media sosial dan bibit presenter muda dalam membuat konten atau siaran.
Berita berkualitas akan menggiring masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu, fakta, data dan aktualitas.
Kode etik jurnalistik, kata Dedie, perlu kembali digaungkan melalui edukasi yang disampaikan kepada para calon presenter muda.
BACA JUGA:
Kepala LKBN Antara Biro Penyangga Jakarta Budi Setiawanto menyampaikan, pengembangan AI dalam dunia jurnalistik dapat disikapi oleh media massa dan pegiat media digital dengan bijak.
Kehadiran AI tidak serta merta menggantikan peran jurnalis dalam melaporkan sebuah berita dalam situasi tertentu yang membutuhkan penggambaran suasana.
“Talenta presenter muda harus ditempa wawasan jurnalistik, penguasaan teknologi dan kemanfaatan yang baik bagi publik dan profesi jurnalistik,” katanya.






