JAKARTA – Toyota Fortuner, di Indonesia, kerap dicap sebagai mobilnya orang-orang arogan. Apa kata sang pabrikan mengenai citra tersebut?
Berbagai video yang viral di jagat maya mengenai tingkah laku angkuh atau seenaknya dari para pengemudi Fortuner berperan besar membentuk citranya sebagai mobil arogan. Video-video tersebut bahkan tak hanya berasal dari Indonesia saja, melainkan dari negara lain seperti Thailand.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy pun tak membantah mengenai adanya citra negatif pada Fortuner. Meski begitu, ia menegaskan bahwa lebih banyak pengguna Fortuner yang sebenarnya berlaku baik di jalanan dan mematuhi aturan lalu lintas.
“Jangan salahkan mobilnya. Tergantung dari penggunanya. Memang, kadang-kadang terjadi. Tapi, ibaratnya, itu sebagian kecil saja. Saya membela pengguna-pengguna Fortuner lain, teman-teman komunitas Fortuner yang mengemudi dengan baik, dengan sopan. Perlu diingat Fortuner bisa terjual ribuan unit per bulan. Setahun kira-kira terjual lebih dari 10 ribu unit,” kata dia dalam wawancara usai peluncuran Fortuner facelift, Jumat (6/9/2024) di Jakarta.
Anton kemudian menyebut bahwa di model-model mobil lain pun ada saja oknum yang berkelakuan tidak baik. Meski demikian, dia menilai perilaku berkendara para pengemudi semakin lama semakin baik.
“Di jalan, di luar kota, di tol (perilaku berkendara) semakin baik. Apa yang diupayakan media membantu juga mengurangi perilaku kurang baik di jalan. Jadi, tolong, ikut aturan lalu lintas yang ada,” pungkasnya.
Toyota sendiri, menurut dia, tidak pernah melakukan survei terkait dampak citra mobil arogan pada Fortuner terhadap penjualannya.
Terkait penjualan, Anton mengingatkan kalau Fortuner mampu mempertahankan status sebagai pemimpin di segmen sport utility vehicle (SUV) High 4×2 selama 10 tahun berturut-turut.
Fortuner sendiri pertama kali mengaspal di Indonesia pada 2005 silam, dalam ajang Gaikindo Auto Expo di Senayan, Jakarta. Sejak 2007, pesaing Mitsubishi Pajero Sport tersebut mulai dirakit di Indonesia serta diekspor.
“Ekspornya sudah mencapai lebih dari 650 ribu unit selama ini, dengan lebih dari 80 negara tujuan. Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menyentuh hingga 70 persen. Ini menunjukkan kontribusi dominannya terhadap industri manufaktur Indonesia,” lontas President Director TAM Hiroyuki Ueda dalam seremoni peluncuran Fortuner facelift 2024. [Xan]






