Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar Siap Menjadi Pelabuhan Hub Logistik Internasional
Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengumumkan bahwa Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar siap menjadi pelabuhan hub logistik internasional. Hal ini didorong oleh pengembangan lapangan peti kemas di pelabuhan tersebut.
Proyek Pengembangan
Proyek pengembangan ini merupakan hasil kerja sama antara PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dan PT Persero Batam dengan nilai kontrak sebesar Rp 360 miliar.
Peningkatan Volume Bongkar Muat Kontainer
Dengan pembangunan halaman kontainer dan infrastruktur pendukung lainnya, diharapkan volume bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar dapat meningkat setiap tahunnya.
Penambahan Crane
BP Batam juga akan menambahkan 4 unit Ship to Shore (STS) crane dan 12 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) crane dalam pengembangan Pelabuhan Batu Ampar tahap II yang dijadwalkan selesai pada 2025. Dengan penambahan ini, target realisasi arus peti kemas di pelabuhan Batam sebesar 1 juta TEUs dalam setahun dapat tercapai.
Tahap Pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar
Proyek perluasan area dermaga ini merupakan tahap I dari tiga tahap pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar yang direncanakan akan selesai pada tahun 2080. Pada tahap I ini, pelabuhan Batu Ampar telah mengoperasikan 1 unit STS crane dan dua unit Harbour Mobile Crane (HMC) untuk melayani aktivitas bongkar muat peti kemas.






