Helm berperan sebagai penyelamat nyawa, karena melindungi kepala dari benturan saat kita terjatuh dari motor. Karena fungsinya yang vital, maka penting bagi siapa pun untuk memilih helm terbaik dan ternyaman untuk digunakan berkendara sehari-hari.
Kini semakin banyak jenis dan merek helm di pasaran yang bisa kalian pilih sesuai selera baik di toko helm atau beli secara online.
helm yang berkualitas tidak harus dengan harga yang mahal hingga jutaan rupiah. Kalian bisa memilih helm berkualitas SNI dan DOT dengan harga di bawah Rp500 ribu.
Memang sih, helm merek berkualitas internasional dibuat dengan material terbaik untuk melindungi kepala. Namun helm lokal kini juga memiliki kualitas yang semakin bagus karena produsen juga berkolabroasi dengan brand internasional.
Saat memilih helm sebenarnya tidak boleh asal pakai, karena ukurannya harus pas dan jangan sampai longgar atau terlalu sempit. Ukuran helm yang tepat jelas membuat rasa nyaman dan perlindungan optimal untuk kepala kalian. Kepala bisa terasa sakit ketika memakai helm yang kesempitan.
Kalau memakai helm yang longgar, ini sama saja seperti tidak memakai helm. Helm bisa mudah terlepas ketika kalian terjatuh, dan meningkatkan risiko cidera serius di kepala.
Kali ini kami akan mengulas cara memilih helm yang tepat dan jenis helm yang ada di pasaran.
Jenis Helm yang Ideal Untuk Berkendara
Para ahli sebenarnya lebih merekomendasikan helm jenis full face daripada half face. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Brasil dan dimuat di The Journal of Oral and Maxillofacial Surgery, helm half face dinilai tidak memberikan perlindungan yang optimal saat kecelakaan.
Para ahli beranggapan memakai helm half face sama seperti tidak memakai helm sama sekali. Studi ini dilakukan pada 253 pengendara motor yang mengalami kecelakaan di jalan dan menderita cedera serta trauma kepala sebagai akibatnya.
Pengendara dengan helm half face berisiko menderita cedera wajah dan kepala yang lebih parah. Sebab, saat terjadi kecelakaan sepeda motor biasanya akan mengenai daerah dagu ke atas, termasuk mata dan dahi.
Berikut ini jenis helm yang banyak tersedia di pasaran:
Helm Full Face
Sesuai dengan namanya, helm full face diciptakan dengan shell atau batok helm yang mampu memberikan perlindungan penuh untuk seluruh area kepala, mulai dari bagian belakang, wajah hingga dagu. Helm full face memiliki daya tahan dan proteksi yang sangat baik dalam meredam benturan.
Karena desainnya yang tertutup, membuat kepala juga lebih terlindungi dari hujan, angin, serangga, panas menyengat bahkan hingga kerikil dan debu yang beterbangan di jalan. Pada bagian pelindung dagu biasanya terdapat kisi-kisi udara yang memiliki filter tipis sehingga udara kotor tidak langsung terhirup.
Helm full face seringkali digunakan untuk balap motor, atau pengguna motor sport. Meskipun demikian, jenis helm ini juga cocok untuk digunakan harian dari segala jenis motor.
Kekurangan helm full face adalah sudut pandang pengendara menjadi tak terlalu leluasa karena lubang kaca tak seluas helm half face walau sebenarnya tetap nyaman saat digunakan.
Helm Half Face
Jenis helm ini tidak memiliki bagian shell pelindung dagu dan mulut, yang cuma tertutup oleh visor untuk melindungi wajah. Kelebihan helm half face yakni penggunaan lebih praktis ketimbang full face, dan jarak pandang lebih luas.
Selain itu, pengendara tidak merasa pengap atau panas saat memakainya. Sebab, bagian bawah yang terbuka mampu memberikan sirkulasi udara.
Helm half face cocok digunakan untuk berkendara harian misalnya ke kantor atau ke sekolah. Hanya saja, helm ini tidak direkomendasikan ketika perjalanan jarak jauh, karena perlindungannya kurang maksimal.
Helm Open Face
Helm open face merupakan modifikasi dari helm half face, dimana helm ini tidak memakai visor untuk melindungi wajah. Jenis helm ini biasanya digunakan oleh para pengguna motor klasik, lantaran bentuknya bulat dan sederhana.
Kelebihan helm ini tentu saja lebih ringan, penglihatan tak terhalang dan napas pun lancar tanpa tertutup apapun. Namun demikian, helm open face tidak disarankan untuk digunakan untuk berkendara jarak jauh, karena bagian wajah terbuka tanpa perlindungan.
Helm Modular
Helm jenis ini seperti kombinasi antara helm half face dan full face, karena bagian rahang dan visornya bisa diangkat. Dalam kondisi terbuka, wajah dari pemakainya bisa terlihat seperti menggunakan helm half face.
Helm ini cocok digunakan untuk berbagai kondisi berkendara termasuk perjalanan jauh. Ini karena helm modular mampu memberikan proteksi maksimal seperti model full face.
Kelebihan helm modular yaitu lebih praktis bila pengendara merasa haus atau gatal pada bagian wajah, karena tak perlu repot-repot membuka seluruh bagian helm. Helm modular sangat cocok dipakai untuk semua jenis naked bike atau touring.
Helm Cross
Helm ini digunakan untuk para pembalap motor cross atau trail. Karena risiko tinggi saat berkendara di medan terjal, helm ini mampu memberi proteksi lebih dari hanya sekadar melindungi kelapa dari angin dan debu.
Helm ini menutup seluruh bagian kepala dan hanya menyisakan bagian hidung hingga mata yang dibiarkan terbuka, agar alur udara untuk bernapas tetap lancar saat berkendara.
Bagian dahi dengan pet dan dagu yang menonjol jadi ciri khas helm trail. Saat memakai helm ini lebih ideal memakai kacamata khusus atau google yang dimaksudkan untuk melindungi pengendara dari kemungkinan cedera akibat kecelakaan.
Helm Dual Sport
Secara tampilan, helm dual sport mirip helm trail karena bagian dagu maju dan ada petnya. Namun untuk helm dual sport ini bentuk visornya tertutup seperti helm full face.
Helm ini menutup seluruh bagian kepala dan hanya menyisakan bagian hidung hingga mata yang dibiarkan terbuka, agar alur udara untuk bernapas tetap lancar saat berkendara. Untuk helm dual sport biasanya digunakan untuk motor bergaya ALTO, alias All Terrain Off-Road.
Cara Mengukur Helm Motor yang Pas di Kepala
Saat akan membeli helm, harus dipastikan helm itu pas di kepala. Menentukan ukuran helm supaya pas di kepala bisa menggunakan pita meteran baju.
Biasanya setiap merek helm menyediakan panduan ukuran atau size chart. Ukuran ini yang menunjukkan angka diameter setiap ukuran (S,M atau L). Umumnya yang membedakan antara ukuran yang satu dengan yang lain adalah ketebalan busa dan gabus pelindung di dalam helm.
Ukur kepala kamu dengan mengambil ukuran dalam centimeter (cm) untuk memastikan mendapat ukuran helm yang tepat. Namun untuk mengantisipasi perbedaan merek dan standar ukuran, kamu juga harus mencatat ukuran kepala dalam satuan inci.
Cara ini bisa dilakukan bila kalian ingin membeli helm secara online. Biasanya penjual akan mencantumkan keterangan ukuran helm dalam iklan mereka di marketplace. Bila sudah mengukur lingkar kepala, kalian tinggal memesannya sesuai tabel ukuran yang disediakan oleh penjual helm online tersebut.
Biar Yakin, Perlu Mencoba Helmnya Langsung
Bagi kalian yang rumahnya tidak terlalu jauh dengan toko helm, bisa mendatanginya dan mengukur langsung di tempat. Cara yang satu ini paling sering dilakukan saat ingin memilih helm yang sesuai ukuran kepala.
Saat memilih helm, ukuran helm yang pas adalah yang presisi dan seluruh bagian busanya rapat menutupi bagian kepala. Sekalipun presisi, busa helm tidak menimbulkan rasa sakit saat memakainya dan masih memberi sedikit ruang agar helm mudah dilepas.
Cara untuk mengetahui apakah helm yang kita pakai sudah pas atau belum, yaitu dengan menggerakkan helm ke kiri-kanan saat dipasang alias menggelengkan kepala.
Apabila helm terasa rapat dan tidak menimbulkan rasa sakit saat kita geleng-gelengkan kepala, itu berarti ukurannya pas. Sebaliknya, bila helm terasa longgar dan banyak bergerak, berarti terlalu besar.
(YS)






