Scroll untuk baca artikel
Berita

Wajib Tahu, Ini Beda Keunggulan Blok Mesin Mobil Berbahan Besi dengan Alumunium

×

Wajib Tahu, Ini Beda Keunggulan Blok Mesin Mobil Berbahan Besi dengan Alumunium

Share this article
wajib-tahu,-ini-beda-keunggulan-blok-mesin-mobil-berbahan-besi-dengan-alumunium
Wajib Tahu, Ini Beda Keunggulan Blok Mesin Mobil Berbahan Besi dengan Alumunium

DMaterial blok mesin mobil pada umumnya dibuat dari bahan besi atau bahan aluminium. Kedua logam tadi memiliki karakteristik unik dan menawarkan keunggulan berbeda. Lantas, mana yang lebih unggul antara blok mesin dari bahan besi tuang atau aluminium?
 
Baik besi maupun aluminium memiliki perbedaan performa, bobot, dan dampak keseluruhannya pada kendaraan. 

Blok silinder adalah tempat terjadinya pembakaran bahan bakar dan udara yang menghasilkan tenaga untuk membuat mobil bergerak. Tanpa blok silinder, mesin tidak akan bisa berfungsi dengan baik dan mobil tidak akan bisa bergerak. 

Blok silinder memiliki peran penting dalam menopang dan mengintegrasikan semua komponen mesin seperti poros engkol, kepala silinder, dan piston. Pemilihan material logam dalam membuat blok mesin ini punya tujuan tersendiri. Bisa itu mengejar performa dan bobot ringan, atau daya tahan mesin untuk pemakaian dalam waktu lama. 

Umumnya pabrikan mobil telah merancang material blok mesin sesuai beban kerja kendaraan. Sangat penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini untuk kebutuhan pemakaian kendaraan kalian apakah mengejar performa atau menginginkan durabilitas. 

Berikut ini masing-masing keunggulan dari blok mesin alumunium dan besi cor yang perlu kita ketahui. 

Blok Mesin Aluminium Dibuat Lebih Unggul Soal Bobot dan Performa 

Pertama, kita bahas terlebih dahulu kelebihan dari blok mesin aluminium yang kini semakin banyak digunakan oleh pabrikan mobil. 

Tidak diragukan lagi, salah satu keunggulan paling signifikan dari jenis logam aluminium dibandingkan material besi terletak pada bobotnya yang lebih ringan namun memiliki kekuatan yang serupa.  

Sebuah blok mesin aluminium beratnya kira-kira setengah dari berat blok mesin berbahan besi cor. Pengurangan bobot ini menghasilkan beberapa manfaat bagi akselerasi dan handling kendaraan, karena bobot keseluruhan mobil jadi lebih ringan.

Sebagai contoh, di BMW E36 320i tersedia dalam dua varian mesin yaitu M50 berbahan besi dan M52 berbahan nikasil alias alumunium. Dengan bentuk dan volumetrik silinder yang sama, blok mesin M50 yang besi sedangkan M52 yang aluminium itu selisih beratnya hampir 30 kg.

Distribusi Berat Kendaraan yang Lebih Merata

Dengan memanfaatkan keunggulan blok mesin aluminium yang lebih ringan, pabrikan kendaraan dapat secara signifikan mengurangi bobot bagian depan mobil.  Pengurangan bobot ini mendistribusikan kembali massa keseluruhan kendaraan secara lebih merata.

Dengan demikian, bobot blok mesin aluminium yang lebih ringan dapat menghasilkan distribusi bobot yang lebih baik di seluruh kendaraan. 

Hasilnya, pengendara mendapatkan kontrol dan kemampuan manuver yang lebih ekstrim, misalnya saat menikung dengan kecepatan tinggi atau perubahan arah yang tiba-tiba.

Kelincahan dan Responsivitas Kendaraan yang Meningkat 

Umumnya, blok mesin aluminium digunakan pada mobil yang mengejar aspek performa, atau bisa juga digunakan untuk mengurangi bobot keseluruhan dari kendaraan tersebut agar tidak underpowered. 

Pengurangan bobot karena memakai blok mesin aluminium berkontribusi pada peningkatan kelincahan dan respons kendaraan yang lebih baik saat dikendarai.  

Dengan material blok dan komponen mesin yang lebih ringan, mesin dapat berputar lebih cepat. Hasilnya pun dapat menghasilkan akselerasi yang lebih cepat dan respons kendaraan yang lebih baik, memberikan sensasi berkendara yang menyenangkan. 

Itulah mengapa kendaraan berperforma tinggi atau tipe teratas suatu model cenderung memakai bahan aluminium ketimbang besi cor. Pada beberapa model kendaraan tertentu, tipe terbawah dengan kapasitas mesin lebih rendah ada yang memakai bahan aluminium. Tujuannya agar power to weight ratio dari tipe tersebut tidak terlalu jomplang bila dibandingkan tipe teratasnya. 

Pembuangan Panas yang Lebih Efektif di Blok Mesin Aluminium 

Blok mesin dengan material aluminium dikenal memiliki pembuangan panas yang jauh lebih baik daripada besi cor. Jenis logam aluminium memiliki konduktivitas termal, panas spesifik, dan difusivitas yang lebih besar daripada besi. 

Material alumunium lebih mudah menghantar panas, itu menjadi keuntungan pada mesin modern sehingga tidak perlu terlalu lama memanaskan mobil. Sifat ini kemudian membuat bahan alumunium bisa menyalurkan distribusi panas yang lebih cepat dan merata dibantu sistem pendinginan mobil. 

Karena pendinginan mesin lebih efektif, tentu saja banyak penghematan yang bisa dilakukan. Mulai dari radiator yang lebih kecil, jumlah kipas yang lebih sedikit, konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Di sisi lain alumunium juga bersifat lebih mudah dingin, sehingga memberikan keuntungan dalam sistem pendinginan mobil. Hal ini mencegah panas berlebih dan memastikan suhu pengoperasian mesin yang optimal. 

Sebagai contoh pada mesin BMW seri M50 berbahan besi, jika kipas visco lemah atau electric fan mati, maka mobil akan overheat. Sedangkan pada mesin M52 dengan bahan aluminium, jika electric fan mati tapi kipas visconya bagus, mobil tetap anteng saja di tengah kemacetan di siang hari meskipun sedang menyalakan AC.

Blok Mesin Berbahan Besi Cor, Unggul Soal Kekuatan dan Daya Tahan

Apabila blok mesin aluminium unggul dalam pengurangan bobot yang signifikan, maka blok dari bahan besi tuang atau besi cor memiliki kekuatan dan daya tahan yang luar biasa.

Besi Cor Unggul di Kekuatan Bahan dan Durabilitas Jangka Panjang

Besi cor terkenal karena sifatnya yang kuat, menjadikannya lebih disukai dalam aplikasi mesin yang membutuhkan kekuatan tinggi.  Blok mesin yang terbuat dari besi tuang memiliki kemampuan menahan tekanan ekstrim, menjadikannya ideal untuk mesin yang kerap digunakan dalam tugas berat. 
 
Selain itu, blok besi menunjukkan ketahanan yang sangat baik terhadap keausan, memastikan masa pakai dan keandalan engine yang lebih lama. Untuk kendaraan yang mengutamakan durabilitas biasanya memakai bahan blok besi yang terbukti tahan banting. 

Blok Besi Tidak Mudah Mengembang dan Berubah Wujud Karena Panas 

Walau memiliki pembuangan panas yang lebih baik, namun kekuatan bahan aluminium ini dapat berubah wujud setelah terkena panas tinggi cukup lama. 

Pada kasus blok mesin berbahan aluminium lebih mudah mengembang karena suhu panas yang melebihi batas. Blok aluminium yang pernah mengalami overheat, bisa berakhir dengan ganti blok mesin baru.

Sementara itu, besi cor cenderung dapat menyerap lebih banyak panas karena memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan aluminium. Jadi, blok berbahan besi butuh sistem pendinginan yang jauh lebih baik untuk membuang panas berlebih yang menyebabkan mesin overheat. 

Blok Besi Lebih Kuat Untuk Mesin Turbo

Blok alumunium juga tidak sekuat blok besi dalam menahan tekanan turbo atau supercharger. Dengan begoni sebaiknya boost dan sistem pengapian di mesin forced induction tidak asal mengubahnya bila mesin kalian berbahan aluminium.

Lain cerita bila mobil tersebut memakai blok mesin dari besi tempa, materialnya disiapkan untuk lebih kuat menerima tekanan. Mesinnya lebih sanggup untuk bekerja keras sehingga lebih aman saat meningkatkan performa misalnya dari tekanan boost turbo yang dinaikkan. 

Mana Bahan Blok Mesin yang Ideal? 

Ketika harus memilih bahan blok mesin yang tepat untuk kendaraan Anda, pada akhirnya harus mempertimbangkan pada kebutuhan dan situasi berkendara kalian sehari-hari.  

Jika kamu memprioritaskan performa, handling lincah, dengan distribusi bobot yang lebih baik, maka blok mesin aluminium adalah pilihan yang tepat.  

Di sisi lain, jika membutuhkan kekuatan maksimum dan daya tahan untuk pemakaian jangka panjang, maka blok dari bahan besi cor adalah pilihan yang lebih baik.

Dengan kemajuan teknologi di bidang metalurgi, mendorong pabrikan kendaraan melakukan pengembangan bahan blok mesin hibrida, yaitu menggabungkan keunggulan besi tuang dan aluminium. Misalnya pada mesin berkode M102 Mercedes-Benz, menggabungkan blok mesin berbahan besi dengan cylinder head berbahan aluminium. 

Kombinasi ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara pengurangan berat dan mempertahankan kekuatan pada bagian terpenting dalam mesin.

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *