Insan Akbar | 07 June 2024 09:48
JAKARTA – GAC Aion mengklaim punya teknologi baterai maupun fast charging (pengecasan cepat) canggih untuk mobil listrik mereka. Saking canggihnya, pengecasan dalam waktu sangat singkat sudah mampu menghasilkan jarak tempuh ratusan kilometer (km).
Baterai mobil listrik GAC Aion sudah menggunakan material grafena yang mampu meladeni fast charging berdaya sangat tinggi. Biaya material serta produksi baterai berbasis grafena yang lebih mahal bisa disiasati GAC Aion lewat teknologi 3DG (three-dimensional graphene).
Di samping memanfaatkan teknologi serta material baru, baterai GAC Aion menggunakan pula terobosan-terobosan lain.
Teknologi-teknologi yang dimaksud misalnya separator keramik berporositas tinggi, elektrolit daya tinggi dengan viskositas rendah, pelapisan bahan elektroda dengan karbon lunak/keras, platform tegangan tinggi yang canggih. Berbekal semua itu, baterai mobil listrik GAC Aion mampu meningkatkan migrasi ion, kecepatan interkalasi dan konduktivitas listrik, sehingga mampu menghasilkan pengisian daya supercepat.
Tak main-main, GAC Aion mengklaim baterai mobil listrik mereka mampu menerima fast charging dengan tegangan maksimal 480 kW. Adapun tegangan operasi maksimumnya 880V.
Dengan menggunakan fast charging pile GAC Aion yang memang memiliki tegangan 480 kW, pengisian daya baterai selama 5 menit saja digadang-gadang sudah mampu menghasilkan jarak tempuh 200 km.
Fast charging pile GAC Aion diklaim pula sebagai sistem pengisian baterai yang mempunyai daya tertinggi di dunia. Keamanannya supertinggi berkat liquid-cooled charging system yang lulus 112 tes keselamatan kerja, berdesain unik serta futuristis, plus punya sistem komando cerdas berbasis cloud.
Chief Executive Officer GAC Aion Indonesia Andry Chiu menjelaskan bahwa mobil listrik intelligent companion plus baterai canggih yang mereka bawa menawarkan solusi kendaraan yang ramah lingkungan sekaligus efisien.
“Dirancang dengan teknologi canggih, baterai ini memiliki daya tahan tinggi dan mendukung pengisian cepat, andal, dan nyaman. Mengurangi emisi karbon dan jejak lingkungan secara keseluruhan. Ini merupakan bukti komitmen Aion untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas lebih hijau dan berkelanjutan,” papar Andry dalam keterangan resmi baru-baru ini.
GAC Aion bersiap merilis tujuh model mobil listrik untuk pasar Indonesia dalam tiga tahun ke depan. Dua di antaranya, GAC Aion Y Plus serta GAC Aion Hyper HT, mengaspal pada 2024.
Mereka pun berkomitmen melakukan perakitan lokal. Awalnya, GAC Aion akan memanfaatkan pabrik milik Indomobil Group, sebelum membangun pabrik milik mereka sendiri. [Xan]






