Scroll untuk baca artikel
Berita

Jadi Pabrikan Terlaris di Indonesia, Tak Disangka 7 Motor Honda Ini Gagal Laku (Part 2)

×

Jadi Pabrikan Terlaris di Indonesia, Tak Disangka 7 Motor Honda Ini Gagal Laku (Part 2)

Share this article
jadi-pabrikan-terlaris-di-indonesia,-tak-disangka-7-motor-honda-ini-gagal-laku-(part-2)
Jadi Pabrikan Terlaris di Indonesia, Tak Disangka 7 Motor Honda Ini Gagal Laku (Part 2)

Sepeda motor hingga saat ini masih jadi moda transportasi utama di kalangan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak model yang dijual, ternyata ada beberapa model yang penjualannya kurang laku di Indonesia. 

Entah karena desainnya yang kurang menarik atau memang karena kalah pamor dengan motor lainnya. Padahal, Honda selaku produsen merupakan pemimpin pasar roda dua di Indonesia dengan penjualan sepeda motor yang sangat dominan. 

Motor-motor ini disebut sebagai produk yang kurang laku di pasaran. Oleh sebab itu, harga bekasnya juga cenderung lebih murah dari model lain yang jenisnya serupa.

Setelah pada artikel sebelumnya kami telah mengulas tiga model Honda yang tidak diminati masyarakat, berikut ini kami akan mengulas empat motor Honda lainnya yang gagal laku di Indonesia. Simak uraiannya sebagai berikut. 

Honda Kirana, Pelopor Motor Bebek 125 Cc

 

Era motor bebek bermesin 125 cc sejatinya telah dimulai sejak era Honda Kirana dan baru dipopulerkan pada era Honda Karisma. Honda Kirana diluncurkan ketika penjualan Supra X 100 sedang moncer-moncernya, yakni pada 2002 dan selesai pada 2004. 

Kemunculannya sebagai bentuk peralihan bebek 100 cc ke bebek 125 cc. Satu keunggulan utama dari Honda Kirana ialah riding position sangat nyaman.

Honda Kirana dibekali mesin 124,9 cc, SOHC, 4-tak, pendingin udara, dan pengabut karburator. Tenaga Honda Kirana tercatat 8,9 PS pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,9 Nm di 5.000 rpm.

Jadi, mesin Kirana cukup bertenaga pada zamannya. Konon, mesin Kirana ini masih didatangkan langsung dari Thailand, yang di negara itu dinamai Dream 125.

Tapi performa mesin saja tidak cukup untuk membuat motor ini laku keras di pasar tanah air. Sebab ada faktor lain yang agaknya dilupakan Honda, yakni desain.

Desain Honda Kirana dinilai tidak se-sporty Supra X yang cenderung menukik sehingga penampilan Kirana terkesan kuno. Selain itu sistem pengereman motor ini juga masih menggunakan tromol, padahal mesinnya cukup besar.

Jadi, dua tahun setelah diluncurkan, Honda Kirana terpaksa pensiun dini. Kemunculannya digantikan oleh Honda Karisma D 125 yang desainnya lebih diterima masyarakat. 

Meskipun demikian, Nasib Honda Karisma dan Karisma X juga hampir serupa Kirana, karena cuma bertahan sekitar tiga tahun saja. 

Honda Supra XX/Supra Y/Supra V, Bebek Dengan Tuas Kopling Manual

Masih dari Honda, pabrikan tersebut pernah merilis bebek dengan kopling manual pada varian Supra XX, Supra V, dan Supra Y. Ketiganya juga masuk kategori kurang laku di Indonesia. 

Pasalnya, mesin 100cc yang diusung oleh motor ini tenaganya tidak istimewa. Apalagi, kedua varian tadi memakai kopling manual yang dianggap malah mengurangi kepraktisan ala motor bebek. 

Jadi, masyarakat melihat sebagai motor bebek yang spesifikasinya nanggung, karena pakai kopling manual tapi dengan mesin kecil. Saat itu, motor dengan kopling manual umumnya adalah motor laki (sport) atau bebek sport 2-tak performa tinggi.

Sebagai informasi, perbedaan antara Supra XX dan Supra Y hanya pada pengereman. Dimana Supra XX telah memakai rem cakram di roda depan sedangkan Supra Y masih tromol. 

Honda Blade 125, Kalah Diminati Daripada Supra X 125

 

Pada satu dasawarsa terakhir, Honda Blade 125 jadi model Honda yang sulit laku. Padahal secara spesifikasi, Blade 125 ini dibekali mesin dan fitur yang sama persis dengan Honda Supra X 125.

Desainnya pun lebih sporty dan macho dibanding Supra X 125 yang malah terlihat ramping dan pendek. Ternyata nasib berkata lain karena Honda menghentikan penjualan Blade 125 pada 2019 atau hanya lima tahun setelah meluncur di 2014.

Alasan dihentikannya produksi Blade 125 diantaranya karena peminat motor bebek semakin sedikit sehingga AHM ingin merampingkan lini produk di segmen tersebut hanya pada Supra X 125 dan Revo. 

Bebek ini juga kerap digunakan untuk balap underbone. Hanya saja dalam kondisi standar, Performa Honda Blade 125 FI menjadi kekurangan utama. 

Mesinnya dirancang responsif di putaran bawah, namun lambat di putaran atas, sehingga performa di Blade 125 ini seolah dirancang hanya untuk motor komuter bapak-bapak.

Honda Blade 125 FI memakai panel instrumen yang serba analog, mulai dari speedometer dan ampere bensin. 

Lebih lanjut, sistem gerak speedometer di Blade 125 juga downgrade memakai kabel yang terhubung ke roda depan. Jenis speedometer seperti ini kelemahannya ada pada kabel yang bisa putus karena usia di bagian kawat sling didalamnya. 

Honda Vario 110 LED, Kalah Pamor Dari Beat

Honda New Vario 110 eSP ini merupakan generasi ketiga sekaligus penutup dari seri Vario 110. Sebelumnya, AHM telah merilis Vario 110 karburator Gen 1 (Vario Agnes) dan Vario Techno 110, yang keduanya masih memakai karburator. 

Sebagai informasi, jenis mesin yang digunakan pada Vario 110 FI ini sama seperti yang digunakan oleh Beat, yaitu mesin 110 cc berpendingin udara dengan kipas. Ini seperti downgrade spesifikasi, dimana untuk Vario 110 sejak generasi pertama memakai pendingin radiator untuk mesinnya.

Honda Vario 110 FI tersebut dibuat untuk konsumen yang tidak terlalu fokus pada teknologi dan tenaga. Model ini disiapkan untuk konsumen yang lebih suka pada sepeda motor yang elegan, ramping, dan posisi berkendara duduknya lebih rendah. 

Honda Vario 110 FI ini memiliki bodi paling kecil jika dibandingkan dengan saudaranya Vario 125 dan Vario 150. Dimensi Vario 110 terbaru ini memiliki ukuran 1.888 mm x 679 mm x 1.091 mm dengan bobot kosong 96 kg. Rodanya berukuran 14 inci, dan dibalut ban tubeless berukuran 80/90 dan 90/90.

Sayangnya, kiprah Vario 110 FI ini harus selesai pada tahun 2020. AHM selaku produsen beralasan bila konsumen saat ini lebih membutuhkan skuter yang lebih sporty, bergaya dan lebih segar.

Kesimpulan

Apabila kalian memiliki salah satu dari motor di atas, jangan bingung soal suku cadangnya. Ini karena model tersebut diproduksi dengan memiliki banyak kesamaan dengan beberapa model Honda lainnya. 

Selain itu, karena populasinya sedikit, pemilik motor-motor ini bisa merasa ‘eksklusif’. Keren kan?

(YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *