Selama berkendara, kalian juga perlu memperhatikan berbagai indikator yang berada di cluster informasi yang berada di balik kemudi. Kamu harus waspada ketika lampu indikator ABS (Anti-lock Braking System) tiba-tiba menyala.
Biasanya, lampu indikator atau peringatan di panel instrumen seluruhnya akan menyala saat kontak pertama kali mesin dinyalakan. Setelah itu, lampu indikator tersebut akan padam setelah beberapa detik.
Apabila salah satu lampu indikator menyala dalam waktu yang lama, maka menandakan ada kerusakan atau masalah teknis di bagian tersebut.Terkadang pada model tertentu, lampu indikator ABS akan menyala beberapa kali (berkedip) ketika rem diinjak secara mendadak sebagai tanda kalau ABS bekerja.
Saat indikator ABS masih tetap menyala walau kita tidak melakukan pengereman, menjadi tanda bahwa sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) di mobil kalian mungkin mengalami masalah.
Kamu harus mewaspadai terjadinya malfungsi pada sistem kerja pengereman. Jika memaksakan berkendara terutama saat cuaca hujan, maka ketika melalui jalan yang licin atau basah sambil melakukan pengereman keras, akan menyebabkan ban mobil selip dan melintir.
Sebagai informasi, sistem Anti-lock Braking System (ABS) adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam kendaraan untuk mencegah terkuncinya roda saat pengereman maksimal.
ABS bekerja dengan mengontrol tekanan ke kampas rem pada setiap roda, mencegah roda agar tidak terkunci. Dengan demikian, kendaraan tetap dapat dikendalikan dengan baik dan mengurangi risiko kehilangan traksi dan kendali.
Dengan adanya ABS membantu pengemudi untuk menjaga stabilitas dan mencegah selip saat pengereman, terutama dalam kondisi jalan licin atau darurat.
Rem ABS Bekerja Memakai Sensor
Sistem ABS memiliki berbagai komponen yang saling berkaitan, sehingga komponen satu ini dapat bekerja secara maksimal. Salah satu perangkat yang paling krusial yaitu sensor rem ABS.
Sensor rem ABS merupakan salah satu komponen yang utama untuk menjaga rem mobil tidak mengunci roda secara penuh. Sensor pada rem ABS ini bekerja dengan sistem komputerisasi yang dapat membaca maupun memantau kecepatan roda mobil dengan algoritma tertentu. Bila dilakukan pengereman maksimal, sensor ini memastikan bahwa tidak terjadi resiko mengunci pada roda mobil.
Sensor rem ABS akan bekerja mengirimkan sinyal darurat ke bagian ECU ketika terdeteksi adanya perubahan kecepatan secara mendadak atau terjadinya pengereman secara mendadak pada mobil sehingga nantinya sensor dapat menjalankan sistem ABS.
Kinerja rem ABS begitu responsif, dan hanya memerlukan waktu sekitar 15 detik saja. Dengan begini kalian tidak perlu khawatir akan terjadinya kecelakaan karena ban terkunci. Pengemudi akan lebih mudah mengendalikan mobil kembali setelah terjadi pengereman mendadak.
Lantas apa saja potensi kerusakan saat lampu ABS di dashboard mobil menyala? Berikut ini ulasannya.
Beberapa Kerusakan Teknis yang Ditampilkan Oleh Lampu ABS
Sensor ABS Kotor, Masalah Paling Lumrah Bikin Lampu Indikator Menyala
Tidak cuma karena masalah teknis, lampu indikator ABS memang dapat menyala hanya karena sensor yang mungkin kotor, kabel rusak hingga soket sambungan yang tidak terpasang dengan rapat. Tentu saja hal tersebut dapat membuat lampu indikator ABS dapat menyala, walau dalam keadaan normal.
Kadang, lampu indikator ABS juga bisa sedikit error karena masalah elektrikal yang sepele. Jika lampu tetap menyala alias tidak hilang, maka kalian bisa mengecek dan membersihkan area rem. Biasanya, sensor kecepatan seringkali terkena kotoran sehingga membuat ECU tidak bisa membaca kecepatan tiap roda untuk menjalankan sistem ABS. Cobalah cuci mobil dan fokus ke area roda dan rem.
Setelah dicuci, kalian bisa coba menyalakan dan mematikan mesin beberapa kali. Hal ini untuk memaksa ECU dari mobil membaca kembali dan melakukan diagnosa ulang. Apabila memang masih menyala, itu tandanya memang ada masalah teknis seputar sistem ABS atau pada pengereman.
Potensi Kebocoran Minyak Rem
Lampu indikator ABS berperan penting untuk mengetahui sistem kerja rem ABS berfungsi atau tidak. Terkadang lampu tersebut dapat memberikan informasi saat terjadi kebocoran minyak rem atau kualitas minyak rem yang sudah terlalu jelek.
Minyak rem berfungsi menyalurkan tekanan dari master ke bagian piston yang menekan kampas sehingga menghasilkan pengereman. Maka dari itu kualitas minyak rem sangat berpengaruh terhadap kinerja dari sistem ABS.
Minyak rem yang kotor dan tidak diganti dalam waktu yang lama akan membuat ABS mobil menjadi lebih rusak. Jika ini terjadi, maka distribusi minyak rem ke kaliper tidak akan berjalan dengan benar, otomatis fungsi ABS dipastikan ikut bermasalah.
Kalian terlebih dahulu perlu memeriksa volume minyak rem di reservoir, apakah minyak remnya masih jernih atau sudah keruh. Selain itu, periksa juga volumenya apakah berkurang atau tidak.
Bila volume minyak rem berkurang hingga setengahnya, mau tidak mau kalia harus meminta bantuan mekanik untuk sistem pengereman yang mengalami kebocoran. Kalian juga perlu melakukan penggantian minyak rem secara berkala agar sistem ABS dapat tetap bekerja dengan optimal.
Speed Sensor
Selanjutnya bisa jadi karena speed sensor mengalami sebuah masalah. Seperti yang kita tahu, speed sensor adalah komponen untuk membaca kecepatan mobil melalui rotasi roda.
Kerusakan Solenoid
Ciri-ciri kerusakan solenoid ini karena adanya short atau korsleting pada kumparan solenoid. Hal ini kemudian membuat tidak adanya tegangan listrik yang dikirim ke solenoid.
Kabel Sensor ABS Rusak
Kabel sensor ABS sangat penting dalam sistem kerja rem ABS. Fungsi kabel sensor berguna mengirimkan sinyal ke ECU. Maka dari itu, ketika kabel sensor ABS rusak maka sistem rem ABS tidak bekerja dengan semestinya.
Kerusakan kabel sensor biasanya terjadi karena kabel yang terjepit ataupun putus. Akibatnya, kabel sensor akan gagal mengirimkan sinyal ke ECU dan rem ABS tidak akan bekerja secara maksimal.
Walau begitu, pengereman tetap akan berjalan tetapi hanya sebatas pengereman biasa saja. Cara memperbaiki rem ABS mobil ketika terjadi kerusakan tersebut yaitu dengan mengganti kabel sensor dengan yang baru agar sistem ABS tetap bekerja dengan optimal.
Modul ABS yang Error
Pada sebagian mobil yang tergolong lawas, kinerja beberapa modul termasuk modul ABS bisa saja mengalami error walau sebenarnya tidak mengalami kerusakan apapun.
Bila sudah begini, kadang lampu ABS jadi terus menyala walau tidak ada kerusakan, sehingga memang perlu diperiksa secara teliti oleh mekanik. Modul ABS yang error perlu diperiksa dan diperbaiki.
Lampu ABS Menyala Setelah Ganti Velg Ukuran Besar
Pada mobil yang dibekali ABS, maka ukuran roda perlu menjadi perhitungan. Pasalnya, ketika dilakukan ubahan ukuran velg atau ban yang diameter keseluruhannya berbeda dari ukuran standar, dapat berpengaruh terhadap sistem ABS.
Pada mobil yang sudah dilengkapi ABS, terdapat wheel sensor yang terpasang pada masing-masing roda. Wheel sensor bertugas membaca jumlah putaran roda, sehingga bila terdapat selisih pada sistem akan menganggapnya sebagai kesalahan data.
Bila diameter roda depan dan belakang belang atau berbeda ukuran dari bawaan mobil, maka sistem ABS akan menganggap itu sebagai indikasi telah terjadi selip.
Itulah mengapa saat mengganti velg antara roda depan dan belakang diameter keseluruhannya harus sama. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman sistem ABS dalam menghitung putaran, yang dapat menyebabkan lampunya menyala.
(YS)







