Scroll untuk baca artikel
Investigasi

LBH Semarang Berkolaborasi Dengan Berbagai Media Jateng, Luncurkan Kompilasi Liputan Jurnalis Soal Pelanggaran Hak di Jateng

×

LBH Semarang Berkolaborasi Dengan Berbagai Media Jateng, Luncurkan Kompilasi Liputan Jurnalis Soal Pelanggaran Hak di Jateng

Share this article
lbh-semarang-berkolaborasi-dengan-berbagai-media-jateng,-luncurkan-kompilasi-liputan-jurnalis-soal-pelanggaran-hak-di-jateng
LBH Semarang Berkolaborasi Dengan Berbagai Media Jateng, Luncurkan Kompilasi Liputan Jurnalis Soal Pelanggaran Hak di Jateng
Lembaga Bantuan Hukum Semarang (LBH) meluncurkan kompilasi liputan kolaborasi jurnalis di Jawa Tengah. Hasil laporan itu, tim menyajikan 11 laporan indepth dan satu laporan investigasi.
LBH Semarang Berkolaborasi Dengan Berbagai Media Jateng, Luncurkan Kompilasi Liputan Jurnalis Soal Pelanggaran Hak di Jateng

Lembaga Bantuan Hukum Semarang (LBH) meluncurkan kompilasi liputan kolaborasi jurnalis di Jawa Tengah. Hasil laporan itu, tim menyajikan 11 laporan indepth dan satu laporan investigasi.

“Dalam laporan investigasi, tim menyajikan data terkait dengan polemik revitalisasi danau Rawa Pening yang saat ini warganya berhadapan penyerobotan lahan atas dasar pembangunan,” kata Arip, LBH Semarang dalam rilis yang diterima serat.id

Penyerobotan ini dilakukan negara (BBWS, BPN, PUPR) secara terstruktur sejak munculnya rencana revitalisasi 15 danau prioritas di Indonesia pada Perpres 60 Tahun 2021. Lalu untuk mempermudah proyek ini, TNI ikut terlibat yang kemudian membuat warga takut bersuara. Rencana terstruktur tersebut juga diimbangi dengan banyaknya manipulasi data di lapangan terkait kepemilikan lahan, pemetaan yang tak partisipatif, bahkan peta yang tak berdasar.

Arip menyampaikan dalam laporan indepth, tim menyajikan berbagai isu dimana proses relokasi industri ke Jawa Tengah yang membawa segala infrastruktur dengan dalih pemulihan ekonomi rakyat justru semakin menyengsarakan. Liputan pertama dimulai dari dampak pencemaran PT RUM yang saat ini sedang berjuang di proses class action. Kemudian isu kedua adalah soal pertambangan di Pati dan Lereng Merapi yang masif sekali tambang-tambang legal maupun ilegal, dan sayangnya negara abai terhadap dampak yang menyengsarakan warga terdampak.

Adapun isu selanjutnya adalah proyek-proyek infrastruktur di kantong-kantong kawasan industri contohnya Kota Semarang dan Kendal dengan adanya perluasan industri yang akan menggusur kawasan mangrove di pesisir. Termasuk bagaimana proyek tanggul laut Semarang Demak yang dibangun tak partisipatif dan menambah beban rob daerah diluar kurva.

Dampak dari pembangunan tadi adalah kesengsaraan rakyat dengan maraknya rob dan juga banjir di Semarang, Demak serta daerah sekitarnya. Sayangnya respon pemerintah hanya melakukan pembangunan di hilir sedang hulu permasalahan tak tersentuh.

Infrastruktur ini juga membawa pelengkap lain, pembangkit listrik. Maraknya isu pembangkit listrik energi terbarukan juga masif di Jawa Tengah dan sayangnya kampanye hijau tersebut membawa dampak penyerobotan lahan dan minimnya partisipasi warga. Akibatnya rencana pembangkit rendah karbon justru tinggi korban.

Kompilasi dari semua liputan ini kami rangkum dalam buku “Hitam Pekat Hidup Warga Jawa Tengah” untuk menggambarkan kepada publik bahwa Jawa Tengah tidak sedang baik-baik saja sebagaimana disampaikan oleh Gubernur yang sekarang sedang berkontestasi dalam pemilihan Presiden 2024.

“Harapan dengan adanya liputan bersama ini adalah masyarakat mampu membaca lebih luas dan menjadi bahan menguatkan kesadaran politik masyarakat menuju 2024,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *