Insan Akbar | 02 July 2024 10:54
WASHINGTON D.C – Penggunaan mobil listrik masih menimbulkan kesan yang beragam di berbagai belahan dunia. Bahkan, hampir separuh pemilik mobil listrik di Amerika Serikat punya keinginan kuat untuk kembali ke mobil konvensional.
Ini merupakan kesimpulan dari ‘Mobility Consumer Pulse 2024’ di berbagai negara. Inisiator dari penelitian itu sendiri ialah lembaga riset dan konsultan bisnis McKinsey.
Salah satu hasil yang terbaca, menurut salinan hasil penelitian yang berhasil redaksi dapat, ialah 46 persen pemilik mobil listrik yang disurvei di Amerika Serikat berpikir untuk balik mengendarai mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE).
Hasil survei di ‘Negeri Paman Sam’ bahkan mengejutkan peneliti McKinsey. Dari berbagai negara yang masuk dalam riset, hanya Australia yang menunjukkan persentase lebih tinggi yakni 49 persen.
“Saya tidak menyangkanya,” aku Head of McKinsey Center for Future Mobility Philipp Kampshoff, seperti dikutip dari New York Post.
“Saya pikir, sekali menjadi pembeli mobil listrik, seterusnya akan menjadi pengguna mobil listrik,” lanjut dia.
Daftar negara yang diriset oleh McKinsey, selain Amerika Serikat dan Australia, mencapai 15 negara. Di antaranya ialah Brazil, China, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Norwegia.
Secara keseluruhan, ke-15 negara itu berkontribusi 80 persen dari jumlah penjualan mobil listrik di seluruh dunia. Jumlah konsumen yang mengikuti jajak pendapat secara total menyentuh lebih dari 30 ribu orang.
Berita bagusnya, rata-rata pembeli mobil listrik yang ingin ‘putar balik’ lagi ke mobil konvensional secara global jauh lebih rendah daripada hasil di Amerika Serikat. Persentasenya ‘hanya’ 29 persen.
Secara global, ada tujuh alasan utama yang membuat para konsumen mobil listrik ingin balik lagi mengemudikan mobil konvensional.
Tiga faktor utama ialah kurangnya infrastruktur pengecasan publik (35 persen dari responden), total cost of ownership (total biaya kepemilikan) yang terlalu tinggi (34 persen), dan impak yang signifikan terhadap pola berkendara jarak jauh (32 persen).
Empat faktor lain yang membuat para pemilik mobil listrik mempertimbangkan kembali ke mobil konvensional ialah tidak bisa mengecas di rumah (24 persen), kekhawatiran yang besar terhadap pengecasan (21 persen), mengubah kebutuhan bermobilitas (16 persen), dan tidak menyukai pengalaman berkendaranya (13 persen). [Xan]






