Scroll untuk baca artikel
Kisah

Cerita Mistis Sopir Truk Logistik di Hutan Baluran, Mendadak Demit Duduk di Atas Kemudi

112
×

Cerita Mistis Sopir Truk Logistik di Hutan Baluran, Mendadak Demit Duduk di Atas Kemudi

Share this article
Cerita Mistis Sopir Truk Logistik di Hutan Baluran, Mendadak Demit Duduk di Atas Kemudi (AdaTah.com)

Dunia sopir angkutan barang lintas provinsi dan pulau menyimpan banyak cerita yang menarik untuk diulik.

Banyak kisah yang dialami para sopir angkutan barang selama dalam perjalanan tugas mengantar barang sampai tempat tujuan maupun dalam selama perjalanan pulang.

Cerita yang dialami para sopir angkutan barang tersebut bisa suka, duka, musibah, mistis, maupun asmara selama dalam perjalanan.

Yunus Paulus (41), merupakan salah satu sopir angkutan barang yang bersedia mengisahkan pengalaman hidupnya setelah bertahun – tahun menyusuri jalanan.

Secara tak sengaja, Yunus Paulus bertemu dengan AdaTah.com di Basecamp Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI) Korwil Banyuwangi yang ada di Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sopir angkutan barang atau logistik ini mengaku berasal dari Tuban. Saat itu Yunus Paulus baru saja mengantar barang ke wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi dan dalam perjalanan balik ke Tuban.

Yunus Paulus merupakan sopir berdarah campuran Flores – Jawa. Saat ini Yunus mengemudikan truk panjang bak tertutup seorang diri tanpa kernet.

Cerita Yunus Paulus ini dimulai dari kisahnya saat melintas Hutan Baluran yang ada di ujung Selatan Kabupaten Situbondo dan berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi.

Hutan Baluran masih menjadi salah satu area yang menurut sopir angkutan barang atau logistik dianggap angker. Banyak cerita mistis yang pernah dialami para sopir.

Termasuk dirinya yang pernah mengalami kejadian mistis di Hutan Baluran itu. Antara percaya dan tidak, tapi kesan angker Hutan Baluran memang masih ada dan nyata.

Suatu ketika, Yunus Paulus sedang menjalankan tugas mengantar barang ke wilayah timur dan harus melewati Hutan Baluran. Waktu itu truk logistik yang ia kemudikan masuk Hutan Baluran di waktu malam.

Seperti biasa, Yunus Paulus konsentrasi dengan barang bawaan dan kondisi jalan aspal yang ada di depannya. Ia tak mau terjadi musibah yang menimpa truk maupun barang muatan yang menjadi tugasnya untuk mengantar sampai tujuan.

Perasaan Yunus Paulus mulai tak nyaman ketika truk angkutan barang yang dikemudikannya terus melintasi bagian tengah Hutan Baluran yang kini kondisinya telah diperlebar dan beraspal mulus.

“Tiba – tiba demit duduk di atas kemudi, kaget, takut bercampur jadi satu. Nih bulu kuduk langsung merinding,” kisahnya disaksikan Ketua PSTI Banyuwangi, Slamet Barkah.

Sampai sekarang peristiwa itu masih lekat dalam ingatan Yunus Paulus. Apalagi jika hendak mengirim barang ke arah timur dan harus melintasi Hutan Baluran.

“Mudah – mudahan nanti tidak ada apa – apa, lancar saja,” harapnya dengan mimik terlihat tegang.

Hutan Baluran memang dipercaya masih angker di kalangan para sopir. Karena disana sarana penerangan masih sangat terbatas sehingga jalan terlihat gelap.

Hutan Baluran termasuk area taman nasional. Banyak hewan dilindungi yang berdiam disana. Beberapa diantaranya adalah banteng, rusa, ajag, macan tutul, kijang serta babi hutan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *